Fahri Hamzah: Kalau Ada Orang Indonesia Tidak Bisa Membedakan Antara Penjajah dengan Yang Dijajah, Berarti KTP-nya Palsu

[PORTAL-ISLAM.ID]  Dunia internasional mengecam agresi brutal yang dilakukan penjajah Israel terhadap Palestina.

Aksi solidaritas untuk Palestina pun terjadi di seluruh penjuru dunia, hampir 100 kota dunia serempak turun ke jalan menentang Israel.

Pemerintah Indonesia sendiri sudah mengeluarkan pernyataan resmi mendukung kemerdekaan Palestina dan mengutuk keras Israel.

Langkah pemerintah RI ini sesuai dengan amanat konstitusi UUD 1945 yang menolak segala bentuk penjajahan di muka bumi, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Namun akhir-akhir ini di sosial media mulai muncul 'yahudi-yahudi pesek' yang malah mulai terang-terangan mendukung Israel dan terus memfitnah para pejuang Palestina.

Mantan Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut kalau ada orang Indonesia yang mulai samar tidak bisa membedakan antara penjajah dengan yang dijajah, maka KTPnya palsu.

"Kalau ada orang Indonesia yg mulai samar pengertian-nya tentang perbedaan antara penjajah dengan yang dijajah berarti KTP-nya palsu," kata Fahri Hamzah di akun twitternya, Selasa (18/5/2021).

Waketum Partai Gelora itu juga menegaskan kemerdekaan yang diraih bangsa Indonesia berkat perjuangan yang berdarah-darah melawan penjajah, bukan hadiah.

“Seandainya, kemerdekaan negeriku adalah hadiah, dan bukan amarah melawan penjajah, tentu aku takkan marah melihat #BangsaPalestina masih terjajah. Lalu, mereka yang pertama memberikan pengakuan pada kemerdekaan kita...bahkan sebelum proklamasi...kurang apa?” cuit Fahri Hamzah.