SURAT TERBUKA Untuk PANGDAM JAYA Terkait TINDAKAN TERHADAP HRS

SURAT TERBUKA Untuk PANGDAM JAYA Terkait TINDAKAN TERHADAP HRS

Oleh: Von Edison Alouisci

Bismillah,

Saya membaca penjelasan anda di media yang mengatakan: 

"Saya Orang Islam Tak Terima Ada Habib Ucapannya Kotor"

Link : 


Pernyataan ini terkait alasan anda sehingga anda memerintahkan prajurit TNI menurunkan baliho HRS. 

TANGGAPAN: 

1. Ahok dulu waktu jadi Gubernur gantikan Jokowi, bicara Kotor Parah, tiap hari ngamuk..marah marah, maki maki, dan anda sebagai umat islam saat itu kemana ketika Ahok menista agamamu? 

Belum lagi yang lainya seperti misalnya ABU JANDA dan lain lain yang tentu anda tahu sering membuat umat Islam marah dan perkataanya yang kontroversi. Kenapa anda tidak marahi juga mereka ini jika mengganggu agama anda sebagai muslim? Kenapa HRS saja anda pilih? 

2. Urusan anda tidak suka seseorang adalah wilayah pribadi. Bukan mewakili seluruh TNI.

Jika ranah pribadi sampai memerintahkan prajurit untuk melawan yang anda benci maka sama dengan menyalahgunakan jabatan demi mengikuti hawa nafsu pribadi anda.

DAN ITU MELANGGAR HUKUM PLUS MENYALAHI SUMPAH PRAJURIT.

Saya mengkritik anda untuk sekedar mengingatkan bahwa tindakan anda memerintahkan prajurit menurunkan baliho intinya berdasarkan alasan pribadi anda terhadap HRS.

Sebagai TNI seharusnya netral, mengabaikan kepentingan pribadi demi kepentingan negara dan anda harus dalam posisi netral ditengah rakyat.

Tugas anda adalah melindungi dan menjaga rakyat secara nasional dari gangguan yang merongrong NKRI.

Urusan agama dalam kontek ini adalah wilayah agama dan orang-orang yang kredibel tentang hal itu. Kecuali anda ustadz bukan TNI.

Kalaupun anda misalnya tidak suka dengan sikap HRS maka seharusnya anda lepaskan pakaian TNI agar tidak merusak citra TNI yang katanya NETRAL dan tidak boleh masuk wilayah urusan umum.

Bukankah seorang prajurit dihukum kerena hanya mengucapkan AHLAN WASAHLAN pada HRS karena dianggap menyalahi sumpah prajurit?

Kalau begitu anda menyalahi sumpah prajurit karena mengurusi HRS dan membenci HRS secara pribadi sehingga menyalahgunakan jabatan memerintah anak buah anda menurunkan baliho HRS yang seharusnya cukup di tangani SATPOL PP atau pemerintah daerah yang berwenang.

Tulisan ini adalah kritik membangun agar menjadi renungan untuk semua TNI bahwa kepentingan negara lebih utama dari kepentingan dan perasaan pribadi.

Hanya itu saja yang perlu saya tanggapi, lebih dan kurang secara pribadi saya mohon maaf jika kurang berkenan.

"TNI ADALAH PELINDUNG NEGARA, PENJAGA NKRI DARI GANGGUAN NEGARA MANAPUN ATAU DARI ANCAMAN YANG MERUSAK PERSATUAN BUKAN MENGHAKIMI RAKYAT BIASA."

BY. Von Edison Alouisci
SUARA RAKYAT JELATA
20 Nov 2020