Sukses di Nagorno-Karabakh, Drone Tempur Turki Menyingkirkan Drone China

[PORTAL-ISLAM.ID] Kazakhstan sedang mempertimbangkan pembelian drone tempur tak berawak (UAV) Bayraktar Tactical Block 2 (TB2) menyingkirkan drone China setelah pesawat buatan Turki itu terbukti sukses, terutama selama operasi militer Azerbaijan di Kaukasus, lapor media Rusia.

Menurut beberapa outlet media yang mengutip laporan kantor berita RIA Novosti yang diterbitkan pada 27 November, karena keberhasilan drone Turki di Nagorno-Karabakh, di mana Azerbaijan menggunakannya untuk membantu merebut kembali tanah yang diduduki Armenia, Kazakhstan berencana untuk menyingkirkan UAV Tiongkok dan mengganti dengan Bayraktar TB2 Turki.

Kementerian Pertahanan Kazakhstan dapat memperoleh beberapa lusin UAV serbu multiguna Bayraktar TB2 Turki, setelah pesawat tak berawak itu menunjukkan keunggulan kolosal dalam konflik di Kaukasus, berhasil mengatasi tugas yang diberikan dan bahkan menyebabkan sistem pertahanan udara modern pihak lawan hampir tidak berfungsi, kata laporan media.

Laporan lembaga tersebut mengutip beberapa sumber tak dikenal yang mengatakan bahwa komando Angkatan Udara Kazakhstan bermaksud untuk secara serius membicarakan masalah senjata dan dalam waktu dekat dapat memperoleh sejumlah besar UAV serbu Bayraktar TB2.

“Sebuah delegasi dari Kementerian Pertahanan Kazakhstan mengunjungi Komando Pangkalan Sistem Pesawat Tak Berawak ke-14 antara 23-25 ​​November 2020 untuk memeriksa UAV dan fasilitasnya,” kata pernyataan Kementerian Pertahanan Nasional Turki sebelumnya pada 26 November.

Pangkalan tersebut terletak di provinsi Batman, tenggara Turki, dan merupakan tempat bagi UAV Bayraktar TB2, Anka dan Heron, milik Komando Angkatan Udara Turki (HvKK) dan Komando Angkatan Darat Turki (KKK).

Turki telah menggunakan UAV TB2 dan Anka yang diproduksi oleh Turkish Aerospace Industries (TAI) dalam operasi di Suriah dan Libya.

Drone Bayraktar juga telah dibeli oleh beberapa negara asing lainnya, termasuk Azerbaijan dan Ukraina yang baru-baru ini mencapai kesepakatan untuk membeli lebih banyak.

Sumber: Daily Sabah