Pelaku Penembakan Pendeta Ortodoks di Lyon Prancis, Ternyata Bukan Muslim, Tapi Seorang Pendeta Juga, Karena Sengketa Pribadi

[PORTAL-ISLAM.ID]  Seorang pendeta Ortodoks Yunani terluka parah dalam penembakan di kota Lyon, Prancis, pada Sabtu (31/1/2020) pukul 16.00 waktu setempat.

Si pendeta Gereja Ortodox, yang diidentifikasi bernama Nikolas Kakavelakis, ditembak tatkala sedang menutup rumah ibadahnya. 

Usai melakukan aksinya, si pelaku yang bersenjatakan shotgun laras pendek melarikan diri dari tempat kejadian.

Insiden itu terjadi beberapa hari setelah tiga orang tewas dalam serangan pisau di sebuah gereja di kota Nice.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyebut pembunuhan itu sebagai "serangan teroris Islam" dan mengerahkan ribuan tentara tambahan untuk melindungi situs publik, termasuk tempat ibadah.

Penembakan pendeta Ortodox ini juga memicu islamophobia. Seperti biasa, ada media yang ‘memperkaya’ berita tersebut dengan mengatakan bahwa si penembak berteriak Allahu Akbar.

Namun ternyata pelaku penembakan pendeta Ortodox ini bukan muslim. Pelaku ternyata seorang pendeta Ortodox juga. Motif penembakan karena masalah personal. 

Seorang pendeta Ortodoks Yunani dan anggota komunitas yang tidak puas telah ditahan dan merupakan tersangka utama dalam percobaan pembunuhan pendeta Nikolaos Kakavelakis.

Menurut polisi Lyon, pelaku yang sudah ditangkap bernama Jean-Michel Dhimoïla — seorang warga negara Prancis, Kristen Ortodoks Yunani dan anggota paroki yang sama di Lyon tempat pendeta Nikolaos ditembak.

Dhimoïla, mantan calon legislatif untuk partai politik sayap kanan Prancis Debout la France, juga pernah menjadi pendeta Ortodoks Yunani dan memiliki konflik pribadi yang berkepanjangan dengan pendeta yang ditembak itu.
Sumber: