Erdogan, Sosok Tak Diinginkan Para Musuhnya


Erdogan, Sosok Tak Diinginkan Para Musuhnya

"Al-Quds adalah amanah sejak era Utsmani. Wajar jika ia berada di bawah pengawasan TURKI," tegas Presiden Erdogan.

Pernyataan yang akan dipandang "over confidence", mengingat geopolitik Timteng yang sedang berpihak kepada penjajah Israel.

Namun melihat pengalaman. Sosok Presiden Erdogan, adalah pribadi yang penuh perhitungan. Tahun 1994, ia berbicara niat mengubah Aya Sofia menjadi masjid. Kini semua terbelalak, narasi 20 tahun lalu terealisasi.

Di tahun yang sama 1994, saat jadi Walikota Istanbul, Erdogan memulai dengan ide "nyeleneh": membangun Masjid di Taksim Square, pusat simbol sekularisme Atatruk, tempat "sakral" kalangan Liberal Sekuler. Kini masjid megah nan indah, berdiri gagah.

Tahun 1988, Erdogan muda menerima doktrin soal UAV alias drone tempur dan teknologi tanpa awak dari mentornya Tn. Erbakan. Kurang dari 30 tahun, drone- drone TURKI bertebaran di angkasa, ampuh dan belum ada yang mampu merontokkan.

Presiden Azerbaijan Alief memuji, "Drone made in Turkey, sangat canggih dan mampu membawa keunggulan di medan tempur. Hingga mampu mengurangi korban jiwa dan malah telah membunuh 2300 prajurit Armenia."

Apakah pernyataan Presiden Erdogan soal Al-Quds akan terealisasi? Apakah ini juga bagian dari prediksi Syaikh Ahmad Yasin, yang menegaskan awal kehancuran Israel di tahun 2027?

Jika kita mengambil pelajaran dari perjalanan Ertugrul, maka perang paling lama adalah: membasmi para pengkhianat dan menyimpan sebanyak mungkin mata-mata di jalur musuh. Plus persiapan kemampuan militer dan strategi mumpuni.

Sebagian Arab boleh jadi termakan propaganda, bahwa Israel tidak mungkin dikalahkan. Namun ternyata, di dalam negeri Israel, perpecahan SARA sangat kental. Krisis ekonomi hampir membuat colaps. Justru mereka bisa bertahan, berkat bantuan dari negara-negara Arab yang juga mematikan perlawanan rakyat Palestina.

Namun bagi kalangan beriman akan memahami, kehendak Allah Maha Mengalahkan. Sesuai firman-Nya:

ما ظَنَنتُمْ أن يَخْرُجُوا ۖ وظَنُّوا أنَّهُم مانِعَتُهُمْ حُصُونُهُم منَ اللهِ فَأَتَاهُمُ اللهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبوا

"Kamu tidak menyangka, bahwa mereka (Yahudi) akan keluar dan mereka pun yakin, benteng-benteng mereka akan dapat mempertahankan mereka dari (siksaan) Allah; maka Allah mendatangkan (siksaan) kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka-sangka." [QS 59:2]

(By: Dr. Nandang Burhanudin)