ANIS MATTA: KRISIS & KEBANGKITAN


KRISIS & KEBANGKITAN

Krisis bukanlah cerita akhir pekan yang ingin kita dengar. Tapi justru inilah cerita yang akan terus menerus memenuhi hari-hari kita ke depan. Bukan sebentar. Ini cerita tentang krisis berlarut yang akan berlangsung lebih lama dari yang kita duga.

Pandemi ini telah memicu krisis ekonomi. Dari situ akan muncul krisis sosial, lalu krisis politik dan geopolitik. Sistemik, multidimensi dan berlarut. Krisis ini akan menguji daya tahan kita sebagai individu, keluarga, perusahaan, dan terutama sebagai bangsa dan negara.

Kita membutuhkan lebih banyak keberanian di tengah situasi krisis begini, untuk berdiri di hulu permasalahan, lalu menatap jauh ke depan, ke hilir dan muara mana krisis ini akan mengalir. Sebab dari sanalah titik awal kita menulis cerita lain: “kebangkitan!”.

Kita membutuhkan pengetahuan yang mendalam tentang krisis ini. Tapi kita lebih membutuhkan “sikap jiwa” yang benar dan kokoh dalam menghadapi krisis. Kejujuran, kesungguhan, keseriusan, keterbukaan, realisme, kesabaran, keuletan dan keberanian adalah protokol jiwa di tengah krisis.

Raja-raja Persia saat menghadapi krisis, kata Al Jahez dalam buku “Mahkota: Akhlak Para Raja”, berhenti istirahat, berhenti makan enak, berhenti bercanda, dan terus menerus berpikir dan bekerja sampai krisis yang mereka hadapi selesai.

Muhammad Anis Matta
(Ketum Partai Gelora Indonesia)