Demo Terus Belanjut, Pengamat: Jokowi Sebenarnya Sudah Tak Peduli


[PORTAL-ISLAM.ID]  Pengamat Politik sekaligus Kepala Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia Aditya Perdana menilai Presiden Joko Widodo sudah tidak terlalu memusingkan aksi demonstrasi yang terjadi saat ini.

Menurutnya, saat ini Jokowi sudah ada di posisi aman, karena secara sah sudah terpilih menjadi Presiden untuk kedua kalinya dan tinggal menunggu waktu pelantikan, 20 Oktober nanti.

Artinya, apapun yang akan terjadi nanti tidak akan banyak berpengaruh terhadap elektabilitasnya sebagai seorang politisi yang tidak mungkin lagi mencalonkan diri dalam Pilpres 2024.

“Tapi menurut saya dalam konteks itu sebenarnya Pak Jokowi sudah tidak peduli juga, karena dia sudah di tahap (periode) yang kedua jadi tidak terlalu memperhatikan soal itu,” kata Adit kepada Kompas.com saat dihubungi Selasa (24/9/2019) melalui telepon.

Ia bisa saja melanjutkan keputusan politiknya terkait banyak upaya revisi beberapa undang-undang strategis meski mendapat banyak tentangan dari publik.

Namun, Adit berpendapat sebagai seorang pemimpin negara, ada baiknya Jokowi memberi perhatian khusus sebagai bentuk respons terhadap tuntutan para demonstran yang disuarakan beberapa hari terakhir.

“Menurut saya Pak Jokowi harus merespon tuntutan mahasiswa itu. Minimal, paling tidak, dalam pandangan saya adalah menerima atau mendengarkan aspirasi dari mahasiswa,” ujarnya.

Respons semacam itu tentu akan menjadi kepuasan tersendiri bagi massa yang berteriak menyuarakan aspirasinya, terutama yang berkumpul di sekitar Gedung Parlemen, Senayan.

Memberi tanggapan atau tidak, tentunya Pemerintah harus mempertimbangkan banyak hal tentang konsekuensi yang mungkin timbul.

Mengapa, karena dari tanggapan yang diberikan itu secara tidak langsung akan merembet pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan kabinetnya 5 tahun mendatang.

“Tentu itu sangat berpengaruh terhadap kepercayaan pak Jokowi itu sendiri di dalam pemerintahan keduanya ini. Itu challenging-nya, apakah nanti akan berkorelasi positif terhadap kepercayaan atau tingkat elektabilitas dia di masa pemerintahan kedua,” jelas Adit.

Namun apapun itu, Adit berpendapat Jokowi harus memberi respons dan menemui massa.

“Jadi pilihannya itu ya harus diperhatikan. Dan Pak Jokowi harus merespons tuntutan mahasiswa itu. Minimal, paling tidak, dalam pandangan saya adalah menerima atau mendengarkan aspirasi mahasiswa,” ujar dia.

Sumber: Kompas
Loading...