Ternyata Memilih Pemimpin Ganteng Ada Dalam Kitab Ihya' Ulumuddin Imam Al-Ghazali


[PORTAL-ISLAM.ID] Ternyata memilih pemimpin ganteng itu ada dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Ghazali yang sangat terkenal itu.

Ketampanan dan bagusnya tubuh merupakan kekayaan yang merupakan modal. Selain berfaedah bagi urusan dunia, juga akhirat. Hal itu bisa dilihat dari 2 segi:

Pertama, kalau kejelekan itu tidak disukai maka ketampanan itu disukai manusia karena punya daya tarik. Hal itu memungkinkan untuk terkabulnya suatu keinginan. Ia mempunyai tempat yang luas di dada seolah-olah mempunyai sayap untuk bisa terbang ke tempat mana saja yang dia sukai. Bukankah ini termasuk suatu kemampuan? Ya, segala sesuatu yang bisa membantu tercapainya urusan dunia bisa membantu pula tercapainya keperluan akhirat.

Kedua, sesungguhnya kebanyakan ketampanan wajah menunjukkan adanya jiwa yang utama. Itulah sebabnya mengapa untuk mengetahui jiwa yang mulia para dokter berpedoman pada keadaan luar tubuh. Wajah dan mata merupakan cerminan batin. Wajah seseorang bisa memberikan kesan yang lebih baik.

Pernah Khalifah al-Ma'mun memeriksa tentara kemudian menjumpai prajurit yang jelek rupanya. Ketika diajak bicara rupanya dia juga gagap. Maka, Khalifah mencoret namanya dari daftar seraya berkata, "Ruh itu kalau memancar keluar membuat muka cerah dan kalau memancar ke dalam menyebabkan fasih bicara. Pada orang ini tidak memancar keluar maupun ke dalam."

Rasulullah saw bersabda, "Uthlubul khaira 'inda shobahil wujuuhi. Carilah kebaikan dunia itu pada waktu muka yang cerah."

Umar bin Khatab berkata, "Jika kalian mengirim utusan (duta besar), pilihlah yang bagus wajahnya dan bagus namanya." Para ahli fikih mengatakan, "Jika derajat orang yang shalat itu sama, maka yang terbagus wajahnyalah yang paling patut dijadikan imam." Allah memuji hal ini dalam firman-Nya, "Allah telah memilihnya (Thalut menjadi pemimpin) bagi kalian dan memberikan kelebihan ilmu dan fisik." (QS al-Baqarah:247)

Tapi di luar itu semua, mau jelek mau tampan, inna akromakum 'indallahi atqakum. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian adalah yang paling takwa (QS al-Hujurat:13).

Apalagi, sudah takwa ganteng pula. Siapa tak mau?

(Ust. Budi Handrianto)