Kesal Ditanya Impor, Menteri Enggar Malah Tanya Balik Identitas Wartawan


[PORTAL-ISLAM.ID] Pertanyaan mengenai impor pangan mulai membuat geram Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Enggar bahkan meluapkan hal tersebut dengan bertanya identitas wartawan bertanya.

Kekesalan Enggal itu dicurahkan saat dia selesai menghadiri acara Musyawarah Provinsi (Muprov) VII Kadin Jabar bertajuk 'Meningkatkan Sinergitas Dunia Usaha Dalam Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan Menuju Jabar Juara' di Hotel Aston, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Kamis (7/2/2019).

Usai acara, pria berkacamata itu sudah ditunggu oleh para awak media. Namun dia menyempatkan diri untuk melihat-lihat produk bazar yang dipamerkan perusahaan anggota Kadin di hotel tersebut. Sesekali, Enggar menjajaki produk minuman yang dipamerkan.

Saat hendak keluar, Enggar langsung dicegat oleh pewarta. Dia tanya seputar acara yang dihadirinya itu. Enggar menjawab dengan lancar.

Tapi saat wartawan bertanya tentang impor jeruk, yang akan dilakukan Kemendag. Enggar mulai meradang.

"Tadi katanya mau membuka kran impor jeruk, Pak? Gimana, Pak?" tanya seorang wartawan.

Dengan nada meninggi, Enggar mengklarifikasi bahwa perencanaan impor jeruk itu tidak benar.

"Siapa bilang mau membuka? Salah dengar. Nggak ada. Kita tidak bisa melarang. Dan itu toh jelas sudah ada. Tetapi kita juga ini namanya, kalau namanya trading itu, perdagangan itu, ada impor, ada ekspor, jadi tidak benar," jawab Enggar.

Setelah selesai menjawab, Enggar langsung menanyakan identitas wartawan tersebut.

"Kamu dari mana ini?" tanya Enggar sembari menatap wajah wartawan.

Tak puas mendapatkan jawaban dari Menteri Perdagangan, wartawan mencoba untuk mengulang pertanyaan itu.

"Tadi?" tanya wartawan penasaran.

Enggar enggan melanjutkan jawaban. Enggar ingin memastikan identitas wartawan terlebih dahulu sebelum menjawab lebih lanjut.

"Enggak, (kamu) dari mana?" tanya Enggar mengulangi.

"Dari Antara, Pak," jawab wartawan tersebut.

Mendengar jawaban itu, Enggar melanjutkan klarifikasi. Enggar memastikan tidak ada pemerintah pusat rencana membuka kran impor jeruk.

"(Oh) dari Antara. Jadi clear betul, tidak ada akan," pungkas Enggar seperti diberitakan RMOLJabar.

Sumber: RMOL