Erick Ditertawakan Warganet, Klaim Jokowi Presiden Pertama Terobosan Industri Kreatif


[PORTAL-ISLAM.ID] Setelah ditertawai lantaran gerah dengan foto ‘Raja Jokowi’ yang ternyata dipasang pendukung Jokowi sendiri, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Erick Thohir ditertawakan lagi warganet karena mengatakan Jokowi adalah Presiden pertama yang memperhatikan industri kreatif.

Presiden Jokowi disebut Erick sebagai Presiden pertama yang membuat terobosan industri di Indonesia. "Beliau yang pertama kali melakukan terobosan industri kreatif di Indonesia," kata Erick Thohir kepada wartawan di Epiwalk, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (17/11/2018).

Pernyataan itu disampaikan Erick usai menghadiri acara peluncuran JokowiApp di kawasan Kuningan. Dalam acara itu, Erick juga memberikan sambutannya.

Kembali ke industri kreatif, Erick menyebut Presiden Joko Widodo adalah Presiden yang pertama memperhatikan adanya indsutri kreatif di Indonesia. Jika ada seseorang yang mengaku-ngaku menginisasi industri kreatif di Indonesia, Erick menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang aneh.

“Pak Jokowi sebagai presiden yang pertama kali melakukan ada sebuah badan industri kreatif. Beliau yang pertama kali jadi kalau ada yang ngaku-ngaku ya agak aneh,” pungkas Erick.

“Kok bisa! Salah kok terang-terangan. Tujuh tahun lalu, Presiden SBY sudah mengubah struktur kementerian pariwisata dan kebudayaan menjadi kementerian pariwisata dan ekonomi kreatif. Pak Erick kurang baca kali,” demikian warganet mengkritisinya, Minggu (18/11/2018).

Sejak 2011 lalu Presiden SBY sudah masukan sektor ekonomi kreatif dalam kementerian:
SBY Masukan Sektor Ekonomi Kreatif dalam Kementerian
https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-1747100/sby-masukan-sektor-ekonomi-kreatif-dalam-kementerian

Dilansir duta.co, Hendro T Subiyantoro, mantan Wakil Ketua GP Ansor Jatim dan Wakil Ketua Pemuda Tani Indonesia, mengaku heran dengan ‘klaim kehebatan’ itu. “Kasihan Pak Erick, habis ‘marah’ soal ‘Raja Jokowi’ sekarang salah soal prestasi. Memang sulit mencari prestasi pemerintah tahun ini,” tegasnya.

Jalan Tol? “Duit utang, yang menikmati bukan rakyat kecil. Mereka (China) mau memberi utang karena akan lewat, butuh jalan. Sementara kita yang harus bayar utang,” tambahnya.