Rupiah Rontok, 7 Bulan Cadangan Devisa Indonesia Menyusut US$ 14 Miliar (Rp 210 Triliun)


[PORTAL-ISLAM.ID] Melemahnya rupiah terhadap dolar AS telah menguras cadangan devisa Indonesia.

Bank Indonesia (BI) merilis cadangan devisa RI sampai akhir Agustus 2018 kembali menyusut. Saat ini cadangan devisa Indonesia hanya US$ 117,93 miliar.

Penurunan ini merupakan yang ke tujuh kalinya sepanjang tahun ini.

Dalam 7 bulan cadangan devisa Indonesia telah menyusut dari US$ 131,98 Miliar menjadi US$ 117,93 miliar. Susut US$ 14,05 Miliar atau setara sekitar Rp 210 Triliun (kurs Rp 14.980/USD).

Cadangan devisa BI tersebut lebih tinggi dari yang dimiliki bank sentral Argentina sebesar US$ 51,32 miliar, tapi lebih rendah dari Turki yang mencapai US$ 124,28 miliar.

Cadangan devisa atau yang dikenal juga dengan foreign currency reserve/reserve assets merupakan seluruh aktiva luar negeri yang dikuasai otoritas moneter dan dapat digunakan setiap waktu untuk membiayai ketidakseimbangan neraca pembayaran. Devisa biasanya dicadangkan dalam empat mata uang: dolar AS, euro, poundsterling, dan yen.

Indonesia mencadangkan devisanya dalam bentuk dolar AS, mata uang yang menjadi patokan banyak negara di dunia terkait nilai tukar.

Salah satu tujuan kepemilikan cadangan devisa untuk menjaga stabilisasi moneter khususnya nilai tukar. Dengan kata lain, jumlah cadangan devisa akan terpengaruh seiring fluktuasi nilai tukar. Semakin rendah nilai tukarnya (depresiasi), maka semakin banyak cadangan devisa yang diperlukan untuk intervensi pasar valuta asing.

Referensi:
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2018/09/07/7-bulan-cadangan-devisa-bi-menyusut-us-14-miliar
https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_207118.aspx
- https://www.bi.go.id/id/ruang-media/siaran-pers/Pages/sp_201118.aspx