BRUTAL! Tak Hanya Neno, Wartawan pun Jadi Korban Tindak Kekerasan ....


[PORTAL-ISLAM.ID]  Aksi penolakan kedatangan Inisiator #2019GantiPresiden, Neno Warisman di Pekanbaru, Sabtu, 25 Agustus 2018 diwarnai kejadian tidak mengenakkan bagi dua wartawan di Pekanbaru.

Handphone dua wartawan yang meliput peristiwa bentrokan antara massa yang menjemput Neno Warisman, dengan yang menolak kedatangannya dirampas oknum TNI Paskhas AU Lanud Roesmin Nurjadin.

Perampasan paksa handphone ini dipicu ketika dua wartawan, Dermawansyah dan Riko mengabadikan gambar ketika anggota Paskhas dikerahkan menggeser massa yang berada di depan gerbang masuk bandara internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru.

Ketegangan itu kemudian diabadikan oleh wartawan, dan dilihat oleh oknum anggota Paskhas. Berlanjut kemudian, salah seorang diantaranya mendekati wartawan lalu meminta handphone yang  mereka pegang.

Oknum berseragam ini merampas paksa handphone, dengan dalih tak ingin foto tersebut terpublish. "Handphone saya saat itu diminta paksa. Kemudian handphone saya dibawa dan oknum itu masuk dalam barisan," tutur Riko yang merupakan wartawan Riau24.com Sabtu malam.

Riko juga menjelaskan saat itu ia berdiri diluar pagar bandara, ketika kericuhan terjadi ia ikut mengabadikan moment-moment kericuhan tersebut.

Ada oknum TNI Paskhas yang melihat kedua wartawan ini, dan mendatangi Riko dan Dermawansyah lalu meminta Hp mereka secara paksa bahkan sempat menarik baju Riko, Setelah hp didapat oknum menfoto ID card dan kembali ke dalam barisan.

Karena mendapat perlakuan tak mengenakkan, wartawan ini lalu berkoordinasi dengan Kepala Penerangan Lanud Roesmin Nurjadin Mayor Sus Rindar.

Lalu, Oleh Rindar, handphone itu akhirnya dikembalikan dan fotonya dihapus beberapa menit setelah itu.

Terkait ini, Rindar menuturkan kalau foto itu dihapus atas inisiatif wartawan. Namun disayangkan, adanya oknum yang merampas handphone, yang mestinya tak patut dilakukan.

Rindar mengakui, oknum tersebut dari kesatuan Paskhas. "Anggota dari Paskhas," ungkapnya.

Selain merampas handphone wartawan, oknum yang diturunkan menghalau massa juga terlibat kontak fisik. Beruntung hal tersebut juga tidak dialami oleh wartawan yang tengah meliput saat itu.

Sumber: Riau24