NGERI... Netizen Ini Bongkar Kebohongan Janji AHOK Soal Pembebasan BPHTB


[PORTAL-ISLAM]  Basuki Tjahaja Purnama mengaku telah menandatangani peraturan gubernur (pergub) yang membebaskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) untuk lahan dengan nilai jual obyek pajak (NJOP) di bawah Rp 2 miliar.

Hal tersebut disampaikan AHOK 27 Oktober 2016.

"Pak Sekda, aku udah tanda tangan (pergub) nih, lahan dengan NJOP Rp 2 miliar ke bawah, (BPHTB) nol atau enggak usah bayar," kata Ahok ketika itu.

Bagaimana kenyataannya?

Melalui laman facebooknya, seorang netizen, Eni Ketaren membongkar dusta praktik pembebasan bea ini.

"harga unit 144juta, gue bayar bphtb 11 juta . hihi ahok bilang harga property (di bawah, red) 1 M bphtb gratis....prett. dia gubernur podomoro yeee.... nah lo ko unit podomoro tuh yg gue bayar bphtb 11 juta dan biaya notaris ditagih oleh podomoro. 7.5 juta. Sejak p jokowi Gub dan Ahok wa Gub. sy sdh mohon2 ke APL (Agung Podomoro Land, red) ketemu Hutajulu manager urusan sertifikat Apl. Dia janji Agustus 2013 pasti AJB (Akte Jual Beli, red). Tetapi janji tinggal janji. tau2 stlh Ahok jd Gub ia naik kan pbb dg cara harga unit per 2015 Rp 293 juta ( masih di bawah 1M ya).Ajaib nya begitu harga njop dinaikkan 2 x lipat dr harga beli Podomoro suruh kita setor bulan Okt 2015 sebesar +_ 18.5 juta. bln Nov ttd AJB dan sy lihat notaris setor ke bank utk bphtb 11 jutaan. Sertifikat pun baru jadi 6 bln kemudian yo May 2016. Harga unit di Pasar aktuil hari ini plng mahal 230 juta kagak ada yg mo beli harga NJOP 293 juta sekalipun LRT sdg di bangun. prettt...

Biaya maintenance per bulan 455 ribu jd itu rusunawa subsidi nya gede banget . Uang subsidi itu bisa buat DP 0 persen secara ber gilir utk warga yg siap beli rumah atau rusun utk spy bisa jd hak milik.

kalo mo tahu bgmn developer berkuasa penuh atas nilai harga listrik air dan biaya rawat building dan bgmn pemprov tdk mo bantu terapkan keadilan itu tanya pada Khoe Seng yg adalah berjuang all out untuk melawan developer yg sgt berkuasa", demikian bongkar netizen Eni Ketaren.