Mau nyerang Mas Anies... tapi malah kena bumerang

[PORTAL-ISLAM.ID] Anies Baswedan di akun twitternya beberapa hari lalu menceritakan masa kecilnya waktu di Jogja.

Lalu ada pendukung Gemoy Asam Sulfat yang nyela...

"Bagi yang ga tahu Taman Yuwono, itu kawasan eksklusif peninggalan Belanda super elit. Mau sok sederhana tapi "umuk". Aniiiiis.... Anis," cuit akun @Kawat72.

Padahal... Rumah di Taman Yuwono yang ditempati keluarga Anies adalah rumah kontrakan/sewa.

Begini cerita lengkapnya....

Kakek Anies Baswedan, A.R. Baswedan, meskipun pahlawan nasional (dan juga menjabat Menteri) tapi sampai beliau wafat tak punya rumah pribadi. 

Ketika akhirnya Bung Karno dan Bung Hatta memutuskan untuk memindahkan ibukota Indonesia ke Yogyakarta tahun 1946, tak ada yang bawa harta atau bawaan yang memadai. Semua pejabat dan aktivis ikut pindah ke Yogyakarta. Di Yogya, para pejabat tak punya uang dan tak punya tempat tinggal.

Mengetahui informasi ini, keluarga besar saudagar batik ternama di Yogyakarta bernama Haji Bilal menawarkan tempat tinggal untuk para menteri. Kebetulan Haji Bilal memiliki kompleks mewah di Jalan Dagen, namanya Taman Yuwono. Dibangun pada tahun 1930-an, kompleks mewah pertama di Yogya itu disewakan kepada para pengusaha besar dari Belanda, China, atau India. 

Ketika Indonesia merdeka pada 1945, kompleks itu kosong. Keluarga Haji Bilal yang mendukung penuh HB IX dan membantu Republik sepenuhnya dan mengetahui ketiadaan tempat tinggal untuk para menteri maka mereka menawarkan kompleks kosong itu untuk ditempati. Syafruddin Prawiranegara, Menteri Muda Keuangan tinggal di salah satu rumah di sana. Semuanya gratis. Tak perlu membayar.  

Moh. Natsir yang saat itu menjabat Menteri Penerangan mendapatkan rumah nomor 12 di Taman Yuwono itu. Tak lama kemudian Moh. Natsir pindah karena mendapatkan tempat lain, dan rumah itu ditempati Mohammad Roem, Menteri Luar Negeri.  

Ketika Moh. Roem mendapatkan tugas keluar negeri, rumah itu kemudian dipinjamkan kepada A.R. Baswedan (saat itu menjabat Menteri Muda Penerangan). 

Berkat wasiat Haji Bilal dan keluarganya, keluarga A.R. Baswedan diperkenankan tinggal di sana selama mereka nyaman. 

Karena merasa tak enak hati mendapatkan fasilitas gratis, A.R. Baswedan kemudian menyewa rumah itu. Jadi, sampai beliau wafat, A.R. Baswedan tidak punya rumah pribadi. 

Rumah yang ditempati A.R. Baswedan di Taman Yuwono yang sering menjadi tempat kumpul para tokoh mulai dari Gus Dur, Romo Mangun, Rendra, sampai Cak Nun itu ya statusnya kontrak. Sewa.    

Pahlawan Nasional itu tinggal di sana, termasuk dengan anak-anak, menantu dan cucunya. 

Salah satu anaknya yang tinggal di sana bernama Rasyid dan istrinya, Aliyah, dan anak mereka bernama Anies. Ya, @aniesbaswedan. Mereka menempati kamar sempit paling belakang di rumah itu.  

Keluarga A.R. Baswedan menyerahkan kembali rumah di Taman Yuwono itu kepada keluarga Haji Bilal setelah istri A.R. Baswedan, Barkah Ganis wafat pada 2003.

👇👇
Baca juga :