INI BERITA BESAR: Pemerintah Israel Terpecah! Menhan Gallant Tolak Rencana PM Netanyahu Kuasai Gaza

[PORTAL-ISLAM.ID] THIS IS A BIG NEWS. Ini adalah awal perpecahan para pejabat teras Israel! Netanyahu bersikeras berperang dan menguasai Gaza, sedangkan menteri Gallant (yang didukung Amerika) menentang penguasaan Gaza secara sipil maupun militer. 

Pemerintahan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu 'terpecah' setelah Menteri Pertahanan Yoav Gallant tak sependapat terkait rencana pascaperang di Gaza dan bersumpah untuk menentang pemerintahan militer jangka panjang oleh Israel atas wilayah kantong Palestina yang porak poranda.

"Saya mendesak Perdana Menteri Netanyahu untuk mengambil keputusan bahwa Israel tidak akan memerintah di Gaza (pasca perang, dengan asumsi Hamas dikalahkan -red), dan tidak akan ada adminitrasi militer Israel di wilayah Gaza, dan akan membentuk pemerintahan sipil alternative dari Palestina menggantikan Hamas di Gaza," kata Menhan Gallant.

Pernyataan Gallant yang disiarkan televisi menandai perbedaan pendapat paling vokal dari eselon atas Israel terhadap Netanyahu selama konflik multi-front yang telah berlangsung selama tujuh bulan yang telah memicu perpecahan politik di dalam dan luar negeri.

Netanyahu mengisyaratkan, dalam balasan yang tidak secara eksplisit menyebut nama Gallant, bahwa purnawirawan laksamana itu membuat "dalih/alasan saja" karena belum bisa menghancurkan Hamas dalam konflik yang sudah memasuki delapan bulan.

Namun perdana menteri veteran yang konservatif itu tampaknya dikepung dalam kabinet perangnya sendiri. Mantan jenderal yang berhaluan tengah, Benny Gantz, satu-satunya anggota pemungutan suara di forum tersebut selain Netanyahu dan Gallant, mengatakan bahwa menteri pertahanan telah "mengatakan kebenaran".

Sambil menegaskan kembali tujuan pemerintahan Netanyahu untuk mengalahkan Hamas dan memulihkan sandera yang tersisa dari serangan lintas batas yang dilakukan faksi Islam pada 7 Oktober, Gallant mengatakan hal ini harus dilengkapi dengan meletakkan dasar bagi pemerintahan alternatif Palestina.

"Kita harus menghilangkan kemampuan Hamas dalam memerintah di Gaza. Kunci dari tujuan ini adalah aksi militer, dan pembentukan pemerintahan alternatif di Gaza," kata Gallant, dilansir Reuters, Kamis (16/5/2024).

"Dengan tidak adanya alternatif seperti itu, hanya ada dua pilihan negatif yang tersisa: pemerintahan Hamas di Gaza atau pemerintahan militer Israel di Gaza," tambahnya, seraya mengatakan bahwa ia akan menentang skenario terakhir dan mendesak Netanyahu untuk secara resmi membatalkannya.

Gallant sejalan dengan Biden melawan PM Netanyahu. Gedung Putih mengatur jatuhnya pemerintahan Netanyahu yang dianggap keras kepala. 

[VIDEO]
Baca juga :