30 IBADAH YANG LEBIH BANYAK PAHALANYA JIKA DIKERJAKAN LEBIH SEDIKIT, DIBANDINGKAN DIPERBANYAK

30 IBADAH YANG LEBIH BANYAK PAHALANYA JIKA DIKERJAKAN LEBIH SEDIKIT, DIBANDINGKAN DIPERBANYAK

Diantara Qoidah Fiqhiyah terdapat qoidah (kaedah):

كل ما كان أكثر في العمل فهو أكثر في الأجر والثواب 

 "Setiap ibadah yang lebih banyak jumlah dan pekerjaanya, maka tentu lebih banyak pula pahalanya." 

Akan tetapi qoidah ini memiliki pengecualian, ada sekitar 30 amal ibadah yang lebih banyak pahalanya jika dikerjakan sedikit saja, daripada diperbanyak, yaitu:

1. Mengumpulkan sunnah wudhu "berkumur dan menghirup air ke hidung" dalam 1 pekerjaan lebih utama dibandingkan memisahkannya.

2. Sholat Ashar lebih utama dari sholat lainnya.

3. Sholat dhuha 8 rakaat lebih utama di bandingkan 12 rakaat.

4. Memendekkan sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) lebih utama dibandingkan memanjangkannya.

5. Sholat sunnah witir meskipun sebentar, lebih utama dibandingkan sholat sunnah tahajjud meskipun lama.

6. Sholat sunnah witir 3 rakaat lebih utama dibandingkaan sholat sunnah witir lebih dari 3 rakaat.

7. Sholat sunnah I'ed lebih utama dibandingkan sholat sunnnah gerhana matahari meskipun panjang.

8. Sholat Berjama'ah 1 kali lebih utama dibandingakn sholat sendiri namun diulang 27 kali.

9. Lebih utama melakukan sholat qoshor daripada menyempurnakan sholat jika perjalanan lebih dari 3 marhalah (± 132 KM).

10. Memakan sedikit saja dari daging hewan yang dikurbankan lebih utama dibandingkan mensedekahkan keseluruhan daging tersebut tanpa tersisa.

11. Membaca surat pendek sampai selesai dalam sholat lebih utama dibandingkan membaca surat yang panjang namun tidak sampai selesai.

12. Lafadz "أعوذ بالله من الشيطان الرجيم" lebih utama di bandingakan "أعوذ بالله السميع العليم من الشيطان الرجيم"

13. Sholat yang dilakukan dengan bersiwak sebelumnya, lebih utama dibandingkan sholat tanpa bersiwak meskipun bilangan rakaatnya lebih banyak.

14. Lebih utama bagi imam memperpendek sholatnya tapi tetap menjaga sunnah-sunnah sholat dibandingkan memperpanjang sholat.

15. Sholat yang bermakmum kepada orang yang adil lebih utama dibandingkan sholat yang bermakmum kepada orang yang fasiq.

16. Sholat di Masjidil Haram Mekkah, Madinah, dan Al-Aqsa lebih utama dibandingkan sholat di masjid selainnya meskipun sholat dalam jama'ah yang sedikit, bahkan meskipun sendirian.

17. Mengqoshor sholat lebih utama daripada menyempurnakannya meskipun perjalanan tidak sampai 3 marhalah, jika dia membenci perkara-perkara rukhsoh.

18. Mengusap khuf/muza lebih utama daripada membasuhnya, jika dia membenci perkara-perkara rukhsoh (keringanan) dalam agama.

19. Sholat qoshor lebih utama daripada menyempurnakan sholat bagi musafir dalam peperangan.

20. Sholat sunnah fajar (qobliyah subuh) lebih utama dibandingkan sholat sunnah yang dilakukan malam meskipun sholatnya lama kecuali sholat witir.

21. Membaca dua ayat dalam surat Al-Baqoroh dan Al-Imron, yaitu Al-Baqoroh ayat 136, dan Al-Imron ayat 36, dalam sholat subuh lebih utama dari membaca surat lainnya menurut Syaikh Zakaria Al-Anshori.

22. Membaca sebagian surat panjang lebih utama daripada membaca surat pendek dalam sholat tarawih menurut Sulthonul Ulama Al-'Iz bin Abdissalam.

23. Dalam melakukan sholat witir dengan cara 3 rakaat sekaligus lebih utama dengan cara melakukan 1 kali tasyahhud saja di bandingkan dengan 2 tasyahhud, karena akan menyerupai sholat maghrib.

24. Membaca do'a yang diajarkan oleh Rasulullah dalam tasyahhud sholat lebih utama di bandingkan membaca do'a yang bukan dari Rosulullah meskipun doa tersebut panjang.

25. Dan do'a  yang diajarkan oleh Rasululloh tersebut lebih utama panjangnya tidak melebihi bacaan sholawat dan tasyahhud dalam sholat dibandingkan do'a yang diajarkan oleh Rosulullah namun panjang dan melebihi kadar bacaan sholawat dan tasyahud.

26. Sholat sunnah witir dan sholat sunnah fajar lebih utama dibandingkan sholat Tarawih.

27. Memperpendek sholat sunnah sebelum magrib lebih utama dibandingkan memperpanjang sholat tersebut.

28. Sujud syukur lebih utama dibandingkan sholat sunnah dengan niat bersyukur kepada Allah.

29. Mengkafani jenazah dengan 3 helai kain lebih utama dibandingkan lebih dari 3 helai.

30. Lafadz takbir "Allahu Akbar" lebih utama dibandingkan dengan lafadz takbir "Allahahu Jalil Alakbar".

(Refrensi: Kitab Tuhfatut Tullab)

Baca juga :