Majalah TEMPO: Jokowi Minta Jatah Pos Strategis Kabinet Prabowo

BUKAN hanya partai-partai yang mengajukan jumlah dan posisi menteri di kabinet Prabowo Subianto. Presiden Joko Widodo pun disebut-sebut telah mengajukan sejumlah loyalisnya dan menginginkan dua posisi di kabinet Prabowo. Dua petinggi Tim Kampanye Prabowo-Gibran yang mengetahui keinginan Jokowi menyebutkan dua pos itu adalah Kepolisian RI dan kejaksaan.

Sedangkan nama calon menteri yang diajukan Jokowi antara lain Pratikno, yang menjabat Menteri Sekretaris Negara. Bekas Rektor Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, itu orang kepercayaan Jokowi. Anggota tim kampanye Gibran Rakabuming Raka dan petinggi Tim Kampanye Nasional menyebutkan Pratikno diplot untuk membantu putra sulung Jokowi itu. Tapi posisinya belum dipastikan. 

Satu nama lain yang beredar adalah Kepala Polri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kapolres Solo saat Jokowi menjabat Wali Kota Surakarta itu baru akan pensiun pada 2027. Hingga Sabtu, 23 Maret 2024, Pratikno dan Listyo Sigit tak menjawab pesan dan panggilan telepon Tempo.

Jokowi juga disebut meng-endorse Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia. Meski berstatus kader Golkar, Bahlil didorong masuk ke kabinet Prabowo sebagai profesional. Bahlil membentuk Tim Kampanye Strategis yang membantu kampanye Gibran.

***

Prabowo pun dikabarkan menemui Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan. Tiga politikus di koalisi Prabowo-Gibran menyebutkan Luhut mengusulkan sejumlah orang dekatnya ke kabinet, termasuk pejabat di kementeriannya. Juru bicara Luhut, Jodi Mahardi, tak merespons panggilan telepon dan pesan yang dikirimkan Tempo.

Banyaknya titipan ini sempat disinggung Prabowo dalam acara buka puasa bersama di kantor Dewan Pimpinan Pusat PAN, Kamis, 21 Maret 2024. Sambil berseloroh, ia mengatakan, saat senang, banyak kawan yang tak pernah muncul sebelumnya tiba-tiba mendatangi dia. “Yang repot, nongol bawa daftar titipan lagi,” ujar Prabowo.

Bagi-bagi jatah kursi ini juga berimplikasi pada beberapa kementerian yang menjadi rebutan. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral salah satunya. Narasumber Tempo di Golkar, PAN, dan Demokrat menyebutkan kementerian itu paling diminati partai mereka. Nama Bahlil Lahadalia yang didukung Presiden Jokowi juga menjadi kandidat memimpin pos itu.

Pos lain yang juga menjadi incaran adalah kursi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi. Seorang petinggi di TKN menyebutkan kursi ini diincar oleh Gerindra. Fungsi kementerian tersebut diwacanakan akan diubah menjadi lebih strategis dalam urusan ekonomi.

Opsi merombak nomenklatur kementerian dan memecahnya menjadi beberapa bagian masih terbuka. Seorang petinggi di partai koalisi Prabowo-Gibran mengatakan Prabowo tengah menimbang opsi menambah jumlah kementerian dari 34 menjadi 40. Tujuannya adalah dapat menampung koalisi besar Prabowo.

👉SELENGKAPNYA BACA Majalah TEMPO Minggu, 24 Maret 2024
Baca juga :