Khutbah Terpendek Sepanjang Sejarah

Khutbah Terpendek Sepanjang Sejarah

As Syaikh al-'Allamah Muhammad bin Thahir bin 'Asyur atau Imam Ibnu 'Asyur (1879 - 1973) adalah Mufti, Alim, Mufassir, Faqih, dari Tunisia. 

Keberaniannya dalam menyuarakan kebenaran tak diragukan lagi. Karena keberaniannya itu, penguasa di masa itu memberikan berbagai tekanan dan ancaman terhadap dirinya. Tapi itu semua tidak membuatnya gentar. 

*** 

Pemerintahan Burquibah, Presiden Tunisia kala itu (berkuasa 1957-1987), mendorong para wanita untuk tabarruj (membuka aurat), bahkan melarang hijab secara resmi. 

Di suatu Jumat, Imam Ibnu Asyur berangkat ke masjid untuk menyampaikan khutbah. Untuk sampai ke masjid ia mesti melewati pasar. Ia melihat banyak wanita yang mutabbarrijah (terbuka auratnya/tidak berhijab). 

Setelah naik mimbar dan membaca rukun khutbah, Imam Ibnu Asyur menatap tajam ke arah jamaah.

Lalu ia bertanya:

"Wanita-wanita siapa di pasar itu?"

Semua terdiam. 

Ia mengulang kembali pertanyaan yang sama. 

"Wanita-wanita siapa di pasar itu?"

Semua tetap hening. 

Kemudian ia duduk, lalu berdiri lagi untuk khutbah kedua. 

Kemudian, dengan suara tegas penuh wibawa ia berkata:

لا خير فى صلاتكم ونساؤكم عرايا... أقم الصلاة

"Tak ada guna shalat kalian sementara wanita-wanita kalian 'telanjang'."

Lalu ia menyuruh muadzin untuk mengumandangkan iqamah. 

Inilah khutbah terpendek sepanjang sejarah. 

رحمه الله رحمة واسعة

(Ustadz Yendri Junaidi)

Baca juga :