KESALAHAN Khotib/Penceramah Mengutip Ayat Al-Quran dengan didahului Membaca "Allah berfirman: a'udzubillahiminasy-syaiton nirrojiim...."

Ada khotib/penceramah mengutip ayat Al-Quran.

Khotib berkata: "Allah ta'ala berfirman: a'udzubillahiminasyaiton nirrojiim...." (membaca ta'awwudz lalu membaca ayat).

SERING SAYA MELIHAT KHOTIB ATAU DA'I
Ketika mengutip firman Allah ta'ala ketika berdalil diawali dengan isti'adzah (membaca ta'awwudz) lalu membaca ayat. 

Itu menandakan tidak semua da'i atau penceramah itu ahli fiqih. Sehingga kurang teliti dan kurang keritis.

Ketahuilah...
Secara garis besar seseorang membaca Al Quran itu terbagi menjadi 2 kategori:

1. Dalam rangka mengutip ayat sebagai dalil di dalam ceramahnya/khutbahnya. Cirinya diawali kalimat: "Allah swt berfirman..."

2. Dalam rangka tilawah. (tidak diawali kalimat: Allah ta'ala berfirman...) 

Isti'adzah (membaca a'udzubillahiminasyaiton nirrojiim) itu hanya disunnahkan ketika membaca Al Quran untuk kategori nomor 2 (tilawah), tidak disunahkan di dalam kategori nomor 1 (mengutip ayat sebagai dalil dalam ceramah).

Jika seseorang membaca isti'adzah untuk kategori nomor satu, dia berkata : "Allah ta'ala berfirman a'udzubillahi minassyaiton nirrojim...(lalu membaca ayat), secara dzohir menjadi fasid (rusak/menciptakan keburukan). Karena kemungkinan ada 2:

1. Dia berdusta atas nama Allah.
2. Dia tidak tahu kalo isti'adzah (kalimat a'udzubillahiminasyaiton nirrojiim) bukan firman Allah.

Sedangkan kalimat yang diucapkannya itu secara dzohir menjadikan isti'adzah sebagai firman Allah.

Imam Jalaludin As Suyuthi berkata:

ﺃﻥ اﻟﺼﻮاﺏ ﺃﻥ ﻳﻘﻮﻝ: ﻗﺎﻝ اﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ، ﻭﻳﺬﻛﺮ اﻵﻳﺔ ﻭﻻ ﻳﺬﻛﺮ اﻻﺳﺘﻌﺎﺫﺓ ﻓﻬﺬا ﻫﻮ اﻟﺜﺎﺑﺖ ﻓﻲ اﻷﺣﺎﺩﻳﺚ ﻭاﻵﺛﺎﺭ ﻣﻦ ﻓﻌﻞ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭاﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﻭاﻟﺘﺎﺑﻌﻴﻦ ﻓﻤﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ

Sesungguhnya yang benar itu dia berkata: Allah ta'ala berfirman, lalu menuturkan ayat dan tidak membaca isti'adzah. Ini adalah yang jelas terdapat di dalam hadits-hadits dan atsar-atsar dari perbuatan Nabi ﷺ, para sahabat, tabi'in dan para ulama sesudah generasi mereka.

Isti'adzah memang diperintahkan di dalam firman Allah ta'ala: Apabila engkau membaca Al Quran maka memohon perlindunganlah kepada Allah. (QS An Nahl. 98).

Pastinya yang demikian itu hanya ketika membaca Al Quran untuk tilawah.

Jika dia berkata : Allah berfirman a'udzubillahi minassyaitonirrojim... lalu menuturkan ayat, maka di dalamnya menjadi bagian dari keburukan. Dia menjadikan isti'adzah sebagai firman Allah, sedangkan isti'adzah itu bukan sebagian dari firman Nya.

(Al Hawi lil Fatawi)