Uchok CBA: IKN Proyek ‘Rongsokan’, Tak Ada Investor yang Minat

[PORTAL-ISLAM.ID]  Upaya pemerintah menjemput investor masuk proyek ibu kota negara (IKN), diprediksi gatot alias gagal total. Meski banyak insentif dijanjikan termasuk izin hak guna bangunan (HGB) 80 tahun, bisa diperpanjang 180 tahun.

Direktur Eksekutif Center for Budget Analisys (CBA), Uchok Sky Khadafi menyebut proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur, tak ubahnya ‘proyek rongsokan’. Alasannya ya itu tadi, tak ada investor yang berminat untuk masuk ke pembangunan IKN Nusantara. 

“IKN Nusantara itu seperti barang rongsokan yang diobral ke sana-sini, tapi tidak laku. Apalagi tahun depan, ekonom dan analis kompak menyebut ekonomi semakin sulit. Jadi siapa yang mau investasi,” tandas Uchok kepada Inilah.com, Jakarta, Senin (19/12/2022).

“Diawali dengan mundurnya Softbank yang berjanji investasi 40 miliar dolar AS, itu sudah pertanda buruk. Demikian pula Putra Mahkota Arab Saudi yang dikabarkan tertarik investasi di IKN, enggak ada kabarnya. Lalu sejumlah negara, katanya siap masuk. Masuk ke mana? Saya kok yakin IKN tidak akan laku,” sentil Uchok.

Dia juga menanyakan insentif yang dijanjikan pemerintah kepada investor IKN Nusantara soal HGB berdurasi 80 tahun, dan bisa diperpanjang hingga 160 tahun. “Padahal, UU Agraria yang belum diubah membatasi HGB dibatasi maksimal 50 tahun. Ini artinya, pemerintah atau pejabat yang bertangungjawab sudah tahu resiko hukumnya ketika melanggar sebuah UU,” ungkapnya.

Terkait batalnya investasi Softbank di IKN Nusantara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia ujug-ujug menyebut, tidak boleh pengusaha mengatur negara. Yang benar, pengusaha dan pemerintah saling membutuhkan.

“Itu yang dalam bahasa saya, nggak boleh pengusaha itu mengatur negara. Negara yang mengatur pengusaha, tapi juga negara nggak boleh semena-mena ke pengusaha. Nggak boleh, karena kita saling membutuhkan,” kata Menteri Bahlil, Minggu (18/12/2022).

Meski ditinggal Softbank, Menteri Bahlil masih optimis, banyak investor antri untuk masuk ke mega proyek IKN Nusantara di Kalimantan Timur. Dalam catatannya, ada sejumlah negara yang tergiur. 

“IKN itu investornya sudah ada, dari UEA, China, beberapa negara Eropa, Taiwan, Korea Selatan, itu ada,” katanya.

(Sumber: Inilah)