Fahri Hamzah: Jangan sampai aksi Terorisme berakar pada operasi intelijen negara lain. Waspadalah negeriku!

JALAN TENGAH 

Tindakan ekstrim itu selalu bermula dari pikiran yang ekstrim, sementara agama adalah jalan moderat alias jalan tengah. Mari kita periksa pikiran kita jangan sampai kita terjebak ekstrimisme yang akan merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Dan yang paling jelek dari orang yang pikiran dan tindakannya ekstrim adalah bahwa umumnya mereka gampang dipakai dan digunakan oleh orang lain untuk suatu kepentingan yang mereka sendiri tidak paham. Karena itu hindarilah pikiran dan tindakan ekstrim.

Dalam perang, konsekwensinya hanya membunuh atau dibunuh. Tetapi dalam hukum, pernyataan perang tidak boleh dilakukan oleh satu orang karena ia adalah keputusan negara atau pada masa negara belum lahir, perang adalah jalan mereka yang ingin membebaskan negerinya dari penjajahan.

Terorisme kita sebut kejahatan sebab mengumumkan perang atas nama apapun, dalam negara damai. Kita sangat prihatin apabila ini merupakan ajaran yang masih ada sebagai bahaya. Tapi lebih prihatin lagi jika serangan ini berakar pada operasi intelijen negara lain. Waspadalah negeriku!

Saya berharap kali ini kita ungkap motif dan cakupan kejahatan terorisme di Bandung ini. 

Terorisme di Indonesia harus bisa diakhiri dan harus jadi agenda para pemimpin yang akan datang. Semoga ini adalah aksi teror terakhir. 

Bersatulah bangsaku. Waspadalah!

(Oleh: Fahri Hamzah)

*sumber: Twit @Fahrihamzah 07/12/2022