Anies Singgung Pejabat Pemerintahan yang Panik Kalau Dikritik

[PORTAL-ISLAM.ID] Bakal calon presiden dari Partai NasDem Anies Baswedan menyatakan perbedaan pendapat atau ketidaksetujuan warga terhadap kebijakan atau pernyataan pemerintah merupakan kewajaran.

Anies juga menyebut pemerintah tak seharusnya merespons kritik dengan panik.

"Kita kadang-kadang kalau di pemerintahan itu 'matiin tuh kritiknya tuh', 'tolong dong ditelepon jangan kritik lagi nih'. Sebentar, (kritik) itu sesungguhnya public education," kata Anies, saat berbincang bersama Imam Priyono dan Hendri Satrio di kanal YouTube R66 Newlitics, Jumat (16/12/2022). 

Anies kemudian pun menyebut kritik tidak apa-apa, selama bersifat substantif dan tidak berisi kebohongan, fitnah, dan ujaran kebencian.

Anies sebelumnya juga mengatakan pejabat pemerintahan tak perlu panik apabila mendengar pendapat yang berbeda, sebab sejarah ratusan tahun juga telah mencatat bahwa tidak ada keputusan yang benar-benar diamini satu suara oleh seluruh pihak.

"Tidak ada dalam sejarah itu yang di dalam gelanggang politik 100 persen sependapat, tidak ada. Pasti ada yang tidak sependapat, pasti ada yang tidak sependapat sekali," kata dia.

"Terus sekarang, kalau kita lihat ada yang tidak sependapat terus panik? Ya enggak. Ya dari dulu begini."

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan perbedaan pendapat dan kritik itu justru menjadi alasan agar pihak yang dikritik atau pemerintah memberikan penjelasan lebih kepada pengkritik.

Dengan demikian publik mendapat keuntungan dari penjelasan tersebut. Ia pun menyebut penjelasan tersebut bisa menjadi edukasi gratis buat publik.

"Karena logika sederhananya, kenapa ada Pemilu? karena kita asumsi ada beda pilihan. Itu asumsi paling dasar," kata Anies.

SELENGKAPNYA VIDEO...