Kereta Cepat, Berhentilah 'omong besar'

Berhentilah 'omong besar'

By Tere Liye*

Saya itu sudah malas sekali mengomentari soal Kereta Cepat ini. Karena mau dikomentarin bagaimana pun proyek ini harus selesai. Bodo amat berapapun habisnya duit, harus selesai. 

Proyek ini penuh dengan masalah. Dana pembangunan bengkak besar, proyek molor, biaya2, baik biaya pembangunan maupun biaya pendanaan jalan terus. 

Bahkan Presiden Jokowi sekalipun tahu jika proyek ini bermasalah. 

Catat baik2, pernyataan terakhir Presiden adalah: "Ya nanti kalau sudah jadi baru kita bisa komentar, ini kan masih belum. Nanti kalau sudah, kita naik dari Jakarta menuju ke Bandung atau dari Bandung ke Jakarta hanya 30 sampai 35 menit, itu baru saya komentar." 

Tapi entahlah, pejabat2 proyek ini justeru besar omong. Contohnya yang satu ini. Lihat screenshot berita. Bilang perjalanan Jakarta-Bandung dengan kereta cepat ini akan sama dgn perjalanan KRL Manggarai - Kota.

Ampun dah, kamu tahu persis, klaim 36 menit ini klaim kosong. Karena anak kecil pun (asumsi literasinya tinggi), tahu persis jika kereta cepat ini tidak berhenti di kota Bandung. Di mana? Padalarang dan Tegalluar. Dua stasiun ini ada di mana sih dari tengah kota Bandung? Jauh! Jika macet seperti weekend, itu bisa 1 jam sendiri. Coba kamu lihat google maps. Itu kereta mau 1 menit sampai, kalau penumpang ternyata turun di luar kota Bandung, so what gitu loh? Mau penumpangnya?

Jadi tolonglah, omong besar begini ditahan. Kamu fokus saja selesaikan itu proyek. Tidak molor lagi. Kamu sudah ngomongin soal ini, itu, hello, proyekmu ini sudah berapa lama molor? Sudah berapa biaya bengkak? Dan sekali pakai dana APBN, proyek ini jelas urusan rakyat loh. 

Lagian, kamu besar sekali omongnya soal kecepatan, dll, ketahuilah, besok2, tiket keretamu ini bisa disubsidi juga loh. Mari kita lihat saja nanti. Operasional kereta ini boleh jadi harus ditutup dana BUMN, saat BUMN-nya tidak kuat, ambil dari APBN deh. 

Mari kita lihat saja deh. Belajarlah dari proyek2 lain.

Atau kalau mau lebih mudah, belajarlah dari Presiden Jokowi. Tuh, dia jelas tahu jika kereta cepat ini belum tentu segembar-gembor di awal. Masak kamu tdk paham? Kata dia: selesaikan saja dulu, nanti lihat, cepat atau tidak. 

Dan lebih penting lagi: ada penumpangnya atau tidak?

(Tere Liye, penulis novel 'Bedebah Di Ujung Tanduk')

*fb