[BREAKING NEWS] Ketua Umum PSSI Capek Di-bully

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan kembali menghindari wartawan setelah memenuhi panggilan Komnas HAM. Sekjen PSSI Yunus Nusi menyebut Iwan Bule capek di-bully.

Iriawan datang ke Komnas HAM, Kamis (13/10/2022), sekitar pukul 15.00 WIB, terkait Tragedi Kanjuruhan. Dengan ekspresi datar, Iriawan alias Iwan Bule terus berjalan menuju ruangan yang dituju meski diberondong banyak pertanyaan oleh wartawan.

Setelah beres, Iriawan kembali langsung pulang untuk menghindari pertanyaan awak media. 

Sebelumnya, hal itu juga dilakukan Iwan Bule setelah memberikan keterangan ke Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) di Kemenko Polhukam, Selasa (11/10).

Sebagai gantinya, PSSI menunjuk anggota Komite Eksekutif Sonhadji untuk memberikan keterangan terkait pemanggilan Iwan Bule ke Komnas HAM. 

Sementara itu, Yunus Nusi menyebut Iwan Bule terus menghindar karena lelah selalu menjadi target bullying.

"Beliau dalam keadaan seperti ini. Sebagai Ketum beliau di sana (Malang) selama delapan hari, berhadapan dengan para korban, keluarga korban," kata Yunus Nusi kepada wartawan.

"Lalu bisa dilihat sendiri beliau malah di-bully, dihabisi media. Pasti selaku manusia, ada rasa tidak enaknya di beliau. Jadi terkadang beliau juga berpikir ke sana," ujarnya menambahkan, seperti dilansir detikcom.

TGIPF: Ketua PSSI dan Pengurus Harus Mundur

Kabar terbaru, Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan memberi rekomendasi agar Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan atau Iwan Bule dan pengurus PSSI mundur dalam laporan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Rekomendasi itu tertuang dalam poin lima kesimpulan Tragedi Kanjuruhan yang dipimpin Menko Polhukam Mahfud MD. Laporan rekomendasi itu diserahkan TGIPF ke Presiden Jokowi pada Jumat (14/10/2022) siang.

"Secara normatif, pemerintah tidak bisa mengintervensi PSSI, namun dalam negara yang memiliki dasar moral dan etik serta budaya adiluhung, sudah sepatutnya Ketua Umum PSSI dan seluruh jajaran Komite Eksekutif mengundurkan diri sebagai bentuk pertanggungjawaban moral atas jatuhnya korban sebanyak 712 orang," tulis laporan TGIPF.

"Di mana saat laporan ini disusun sudah mencapai 132 orang meninggal dunia, 96 orang luka berat, 484 orang luka sedang/ringan yang sebagian bisa saja mengalami dampak jangka panjang," sambung laporan tersebut.

Mahfud MD dalam keterangan pers usai memberi laporan kepada Presiden Jokowi mengatakan PSSI harus bertanggung jawab atas Tragedi Kanjuruhan.

"Di dalam catatan dan rekomendasi kami juga menyebut, jika kita selalu mendasarkan diri pada norma formal, maka semuanya tidak ada yang salah. Maka yang satu bilang aturan sudah begini sudah kami laksanakan, yang satu bilang saya sudah kontrak, yang satu bilang saya sudah sesuai statuta FIFA," ucap Mahfud.

"Maka dalam catatan kami disampaikan bahwa pengurus PSSI harus bertanggung jawab, dan sub-sub organisasinya, bertanggung jawab itu pertama berdasarkan aturan-aturan resmi, kedua karena berdasarkan moral," ujar Mahfud, dilansir CNNIndonesia.

(*)