Anies Meluluh Lantakkan Fitnah dengan Kenyataan.. 💪💪

[PORTAL-ISLAM.ID]  Anies Meluluh Lantakkan Fitnah dengan Kenyataan.. 💪💪

Pemimpin yang menaungi semua. Tidak memandang Ras, Suka, apa lagi Agama.

***

Sejak menjabat gubernur DKI Jakarta tahun 2017 lalu, ada sekelompok kecil yang menuduh Anies Baswedan adalah sosok yang radikal dan intoleran. Bahkan, mereka percaya, Ibu Kota akan menjadi Suriah jika tetap dipimpin oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu.

Anies tidak membalas tuduhan itu dengan kata-kata. Ia tetap fokus bekerja. Ia menahan diri, termasuk menahan orang-orang di sekitarnya untuk menyangkal tuduhan tersebut.

Menurutnya, tak usah menjawab pernyataan dengan pernyataan. Namun menjawab pernyataan dengan kenyataan.

Dan hingga jabatannya akan berakhir Oktober 2022 ini, Anies pun menjawab tuduhan dirinya sosok radikal dan intoleran tersebut dengan fakta dan kerja nyata.

Faktanya adalah, Anies Baswedan bukan gubernur radikal apalagi intoleran. Bahkan berbagai pengakuan Anies sebagai sosok toleran disampaikan langsung oleh kelompok minoritas yang berada di Ibu Kota.

Terbaru misalnya, Anies Baswedan dalam satu hari saja, ia meresmikan dua gereja sekaligus. Yakni Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jelambar Timur di Penjaringan, serta Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Yordan Gading Griya Lestari di Cilincing, Jakarta Utara.

Anies Baswedan mengatakan, Jakarta adalah simpul dari semua unsur yang ada di Indonesia, sehingga rasa persatuan harus diperkuat, khususnya dalam kolaborasi untuk membangun rumah peribadatan.

Dalam hal ini, Anies menekankan sebuah sikap toleransi timbal balik agar setiap kesetaraan antarhak umat beragama bisa tertata dan terkelola.

“Ini bisa menjadi satu contoh dan menjadi gambaran bagaimana kita bisa hidup bersama dan bersatu. Untuk menuju persatuan dan kesatuan Indonesia, setiap pribadi harus mengamalkan sikap toleransi dan sikap kesetaraan dalam semua aspek. Maka selanjutnya akan muncul rasa keadilan, sehingga akan terbentuknya rasa persatuan. Pada akhirnya kita juga ingin persatuan ini akan berkelanjutan,” ungkap Anies.

Ia pun menilai jika peresmian gedung ibadah di samping bertujuan untuk memberikan rasa kesetaraan dalam beribadah, juga diharapkan membuat semangat para jemaat dapat semakin tumbuh serta terpacu dalam berbuat kebajikan.

Gelar Bapak Kesetaraan

Tak hanya itu, Lembaga Paskah Nasional Pusat Pelayanan Kristiani Jakarta pun kemarin menganugerahkan kepada Anies Baswedan sebagai “Bapak Kesetaraan Indonesia”.

Ketua Pengurus Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) DKI Jakarta, Pendeta Jason Balompapueng menyampaikan, penghargaan tersebut sangat layak diberikan kepada Anies.

Pasalnya kata dia, kebijakan yang menjurus ke kesetaraan di Ibu Kota sudah dilakukan oleh mantan Rektor Universitas Paramadina selama kurang lebih lima tahun menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta.

“Saya pikir kalau untuk DKI Jakarta tidak bisa diragukan lagi. Beliau adalah sangat layak menjadi gubernur yang betul-betul menjaga toleransi, kerukunan antar umat beragama. Itu luar biasa. Dan kami sebagai warga DKI Jakarta sangat-sangat berterima kasih,” katanya kepada KBA News.

Ia pun menilai, Anies Baswedan adalah sosok yang hebat. Kata dia, kehebatan Anies Baswedan ia saksikan sendiri dalam memimpin Ibu Kota.

“Beliau ini orang yang sangat hebat. Dia punya kemampuan melebihi kapasitas sebagai gubernur. Dia punya kemampuan yang jauh lebih hebat dari jabatan yang sekarang,” ujarnya.
Anies pun menyampaikan terima kasih atas penghargaan tersebut. “Ya saya sampaikan apresiasi, terima kasih penghargaan yang luar biasa,” kata Anies Baswedan kepada awak media, usai acara tersebut.

Ia menyampaikan, tugas menyetarakan dan memberikan keadilan bagi masyarakat adalah kewajiban pemerintah. “Ini semua yang dikerjakan sebagai bagian dari tugas pemerintah,” jelasnya.

“Dan ini adalah arah konstitusi kita. Memberikan kesetaraan, memberikan rasa keadilan. Dan itu juga yang selama ini kami ikhtiarkan di Jakarta,” ucapnya.

(*)