Pernyataan Munarman Sebelum Ditahan... Akhirnya Kini Terbukti

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kasus ditembaknya hingga tewas Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo... akhirnya sekarang terungkap secara benar.

Awalnya dibuat skenario rekayasa bahwa Brigadir J tewas dalam "tembak menembak" dengan Bharada E karena telah melakukan pelecehan seksual istri Sambo.

Lalu skenario rekayasa ini mulai terkuak setelah ada perlawanan dari keluarga Brigadir J dengan menggandeng pengacara Kamaruddin Simanjuntak yang bersuara lantang.

Keberanian pengacara Kamaruddin Simanjuntak akhirnya dilakukan otopsi ulang terhadap jenazah Brigadir J. Setelah itu mulai terungkap FAKTA sebenarnya. Skenario rekayasa sang jenderal akhirnya terbongkar. Sang jenderal bukan saja dicopot dari jabatannya, sekarang sudah ditahan di Mako Brimob. Akhir kisah sang jenderal tinggal menunggu waktu.

Sekali lagi, semua ini berkat keteguhan pihak keluarga korban (Brigadir J) dan keberanian pengacara.

Dalam kasus pembunuhan terhadap 6 laskar FPI, yang menjadi garda depan menuntut keadilan adalah Munarman. Sekretaris Umum FPI ini memang latar belakangnya seorang advokat dan bahkan aktivis hukum dan HAM memimpin lembaga YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia).

Munarman sangat berani dan tegas membongkar kasus pembunuhan 6 laskar FPI. Sebelum akhirnya 'dibungkam' dengan ditangkap pakai kasus terorisme.

"Otopsi itu harus persetujuan keluarga. Sampai hari ini keluarga tidak pernah memberikan izin otopsi. Jadi dari mana hasil otopsi itu? Jangan ngarang-ngarang," kata Munarman di acara iNewsTV sebelum Munarman ditangkap.

Apa yang disampaikan Munarman... kini terbukti pada kasus tewasnya Brigadir J.

Netizen pun menyuarkan agar Kapolri mengusut kembali Tragedi KM50 dengan menaikan tagar #UsutKembaliKM50.

Mungkin kasus pembantaian enam laskar FPI di KM50 tidak akan terungkap sebenarnya di dunia, tapi pasti akan diungkap di pengadilan akhirat.

[VIDEO Munarman]
Baca juga :