Ketua Kompolnas Benny Mamoto Ngaku Dibully Gara-gara Kutip Kapolres Jaksel, Alvin Lie: Masih Sangat Baik Cuma Dibully, Lebih Patut Dikenakan Sanksi Hukum!

[PORTAL-ISLAM.ID] Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto mengaku mendapat banyak cibiran dan perundungan atau bully dari warganet terkait pernyataannya di awal kasus kematian Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J, yang ternyata sekarang terbukti pernyataan itu tidak benar.

Padahal, kata Benny, apa yang disampaikan olehnya merupakan keterangan sumber dari Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto--yang akhirnya dinonaktifkan sejak 20 Juli lalu saat proses penyidikan kasus meninggalnya Brigadir J.

"Contoh, saya di-bully habis-habisan gara-gara mengutip pernyataan Kapolres Jaksel. Kan saya cek ke sana, ada kendala atau tidak, ya itu yang saya terapkan," kata Benny, dikutip dari siaran CNN Indonesia TV, Rabu (10/8/2022).

Benny meminta publik untuk tidak menghakimi dirinya. 

Pernyataan Ketua Kompolnas ini sontak mendapat reaksi keras dari berbagai pihak.

"Mewakili lembaga menyampaikan informasi kepada publik kok berdalih mengutip pihak lain tanpa verifikasi kebenarannya. Apakah Kompolnas cuma juru bicara Kapolres? Masih sangat baik kalau cuma dibully. Lebih patut dikenakan sanksi hukum," ujar mantan Anggota Ombudsman RI Alvin Lie di akun twitternya @alvinlie21, Rabu (10/8/2022).

"Benny Mamoto dan Kompolnas katanya pengawas Polri. Klo kerja dan tugasnya cm ngutip dan amini pejabat kepolisian, mending sopir Bajaj yg dipilih jd komisioner. Gak perlu mantan Jendral atau ahli hukum," sentil @ImamNugrohoHD.

Publik pun mendesak agar Benny Mamoto juga diproses hukum karena telah menyebar hoax.

"Kandangin Benny Mamoto telah menyebar HOAX dan tuduhan tanpa bukti terhadap orang yang sudah meninggal," ujar @Gwydion___.

BERIKUT VIDEO PERNYATAAN Benny Mamoto di awal kasus: