Pemerintah Lagi Stress!! Kini Beli BBM Wajib Pakai Aplikasi MyPertamina Tapi Dilarang Main HP di SPBU

[PORTAL-ISLAM.ID]  Kini ada aturan baru untuk mengisi BBM di SPBU wajib menggunakan aplikasi MyPertamina yang ada diinstal di Handphone.

Sementara di satu sisi para pelanggan dilarang untuk menggunakan smartphone di area SPBU. 

Stress bukan?

Ketika berada di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), stiker larangan menggunakan ponsel atau HP menjadi pemandangan yang kerap dijumpai.

Imbauan untuk tidak menggunakan ponsel saat berada SPBU mengisi bahan bakar minyak (BBM) menjadi hal yang umum bagi masyarakat.

Kepala SPBU Pertamina Cikini dan Pramuka, Paimin mengatakan jika menggunakan ponsel saat tengah mengisikan BBM kendaraan memiliki risiko timbulnya percikan api yang menyebabkan kebakaran.

Kendati larangan penggunaan ponsel di SPBU telah ada sejak lama, baru baru ini muncul kabar aturan baru PT Pertamina.

PT Pertamina Persero mengumumkan ketentuan baru mengenai rencana pemerintah untuk membatasi pembelian jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP) Pertalite.

Nicke Widyawati selaku Direktur Utama PT Pertamina Persero menjelaskan bahwa para pembeli BBM bersubsidi harus menggunakan aplikasi MyPertamina.

Aplikasi MyPertamina ini akan berfungsi untuk membatasi para pembeli BBM subsidi agar stok kuota BBM bisa tersedia hingga akhir tahun.

“Kita sedang uji coba untuk menggunakan MyPertamina digunakan untuk BBM subsidi, supaya lebih targeted. Kalau sekarang semua orang bisa, tergantung risih apa enggak pakai mobil bagus beli Pertalite atau Biosolar,” ujar Nicke Widyawati, Jumat 10 Juni 2022.

Semua kendaraan yang mengisi BBM di SPBU Pertamina akan harus mendaftarkan nomor kendaraannya pada aplikasi MyPertamina.

Konsekuensi jika tidak memiliki aplikasi MyPertamina adalah para pemilik kendaraan tidak bisa membeli BBM tersebut.

Sementara itu, netizen yang melihat ketentuan tentang aplikasi MyPertamina menanggapinya dengan nada sinis.

"Pemerintah lagi stress !" kata Mohamad Yunus di twitter @Mohamad41967776.

Netizen merasa bahwa pemerintah semakin mempersulit rakyatnya dengan aturan baru.

“Cocok kelen rasa keq gini?? Koq makin ribet aja ku tengok negara ini,” tulis akun Twitter @PresidenKopi.

“Solusinya koq begini amat ya,” imbuh akun Twitter @agomala.

“Kalo ada yg ribet ngapain dibuat mudah,” sentil akun Twitter @opungdoli123.