NEGARA TERLALU BANYAK ATURAN! Apa salahnya Rakyat naik motor dilarang pakai Sandal Jepit?

NEGARA TERLALU BANYAK ATURAN!

Apa salahnya rakyat naik motor pakai Sandal Jepit?

Kalau alasannya berbahaya di jalan, coba sesekali datang ke Kaltim. Jalan Lintas mulai dari Samarinda sampai ke Sangatta tidak ubahnya Jalan Lintas sekitaran Mariupol. Kota Pelabuhan Ukraina yang hancur lebur di bombardir Rusia.

Bedanya Jalan Lintas Samarinda-Sangatta berada di daerah Damai. Jalannya hancur dan kupak-kapik karena pembangunannya selama ini kemungkinan selalu dibawah standard mutu. Baru dibangun dan mulus enam bulan, bulan ketujuh sudah bopeng dan berlobang disana-sini.

Sudah rahasia umum juga sih. Hampir rata Pembangunan Infrastruktur di Negeri ini kualitasnya sangat jelek. Karena campuran pasir, batu, semen atau aspalnya banyak yang dicurangi dan di mark up masuk ke Kantong!

Jadi kecelakaan Jalan Raya itu kebanyakan karena kondisi jalan yang rusak parah. Dibangunnya penuh dengan mark up dan rekayasa. 

Coba Polri fokus mengawasi dan menangkapi orang-orang yang menyunat dan mengkorupsi dana Pembangunan Infrastruktur.

Saya belum pernah ketemu pengendara motor yang kecelakaan karena pakai sandal jepit. Tapi karena saya banyak membaca berita Pengendara motor yang terjatuh dan kecelakaan sampai tewas mengenaskan karena menghindari lubang ditengah jalan.

Rider yang naik motor pakai Sandal Jepit juga paling karena jarak pendek. Misal ya emak-emak mau belanja sayur ke Pasar. Atau Bapak-bapak lagi dinas rahasia disuruh istrinya mencari Gas Melon yang tiba-tiba langka di Pasaran.

Tidak ada Rider Perjalanan Jauh, misalnya dari Tangerang ke Sukabumi cuma pakai sandal jepit. Pastinya pakai sepatu. Minimal sandal kulit. Agar kaki lebih nyaman.

Jadi bikin pelarangan ini buat apa?
Apa biar proyet priitt...prittt... di Lampu Merah lebih lancar lagi?

Sudahlah. Tidak semestinya rakyat terus yang diberikan aturan dan pelarangan. Seharusnya para Pejabat dan Para Penegak Hukum yang selalu diawasi dan diberikan aturan dan Larangan yang banyak. Biar ngga nakal dan bermetamorfosis dari Aparat jadi Keparat.

Dibelikan baju dinas, sepatu dinas, gaji, dan wewenang, kerjanya kok malah merecoki rakyat terus.

(fb)