Betapa mengerikannya BUMN sekarang jika baca TEMPO ini

Lintang Pukang Investasi Telkom di GOTO

Investasi Grup Telkom di Gojek belum tuntas. Ada dugaan investasi perusahaan negara itu merugi akibat naik-turunnya harga saham GoTo di bursa. Dalam laporan keuangan kuartal I 2022, Telkom menyatakan ada kerugian yang belum terealisasi atau unrealized loss akibat saham GoTo senilai Rp 881 miliar.

Telkom sebenarnya tidak memiliki saham perusahaan teknologi ini secara langsung, melainkan melalui anak usahanya, Telkomsel. Namun, apa yang terjadi di anak usaha bisa merembet jauh ke induknya. Dari mana kami mengurai kekisruhan investasi yang sejak awal kontroversial ini?

Syahdan, Telkomsel membenamkan uang pajak senilai total US$ 450 juta atau Rp 6,4 triliun pada 2020 dan 2021. Saat itu Telkomsel menyuntikkan dana ke Gojek, cikal bakal GoTo karena Gojek merger dengan Tokopedia, melalui skema obligasi konversi atau surat utang yang bisa diubah menjadi saham.

Setelah Gojek dan Tokopedia merger pada 2021, Telkomsel mengonversi obligasi itu menjadi saham. Hitung-hitungan harga saham ini yang kelak menimbulkan risiko kerugian pada Telkomsel, dan akhirnya berdampak pada keuangan Telkom selaku induk usahanya.

Potensi kerugian Telkom ini yang kemudian memicu carut marut skema investasi Telkomsel pada GoTo. Sejumlah sumber yang kami temui menyatakan ada persoalan good governance dalam keputusan investasi ini, termasuk soal konflik kepentingan. Kita tahu Komisaris Utama Gojek adalah Boy Thohir. Ia kakak Menteri BUMN Erick Thohir yang membawahkan Telkom.

Selain itu ada dugaan jika dana dari Telkomsel dipakai oleh GoTo untuk menebus saham-saham milik investor lama. Dengan kata lain, investor lama ini bisa meraih cuan karena saham mereka dibeli dengan harga tinggi. Sebaliknya, Telkomsel dan juga Telkom terjebak dalam fluktuasi harga saham GoTo. Dan kita tahu bahwa harga saham berkode GOTO ini terus menukik, di bawah harga saat pertama kali dilepas di pasar modal.

Bagaimana tata kelola buruk mengelola perusahaan negara akan ditanggung seluruh rakyat Indonesia? Kami mengurainya dalam edisi ini. Selamat membaca.