Mengejutkan! NasDem Diprediksi Umumkan Formasi Capres-Cawapres Anies-Andika September

[PORTAL-ISLAM.ID]  Partai NasDem bakal menggelar rakernas pada pertengahan Juni 2022 untuk memberi rekomendasi 3 nama kepada Surya Paloh untuk dipilih sebagai capres 2024. 

Tiga nama yang menguat di pengurus DPW yaitu Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Andika Perkasa. 

Dari tiga nama tersebut, Ketua DPW NasDem Aceh, Teuku Taufiqulhadi mengatakan, Anies menjadi yang terkuat.

"Namun sejauh ini dapat saya sampaikan, nama yang bergaung sangat luas di Nasdem adalah Anies Baswedan," kata Taufiqulhadi, Kamis (5/5). 

Ia mengatakan, dari ketiga nama itu, Ketum Surya Paloh akan memutuskan siapa yang diusung sebagai capres pada September 2022. 

Namun, ia menyebut pada September, Paloh bisa saja mengumumkan capres atau formasi capres-cawapres. 

"Tiga nama itu akan dikerucutkan menjadi satu nama. Atau mungkin dua di antara tiga itu akan disandingkan dalam satu paket capres NasDem," kata dia. 

Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya, memprediksi, jika Paloh mengumumkan paket capres-cawapres, maka nama yang bakal dipilihnya adalah Anies dan Andika. 

Menurut dia, NasDem lebih sulit mengusung Ganjar Pranowo karena ia sudah berpartai yaitu PDIP.

Sementara Andika, meski mungkin juga diajukan sebagai capres, lebih  mungkin diusulkan sebagai cawapres karena elektabilitasnya masih lebih rendah dibandingkan Ganjar atau Anies. 

"Andika, mau dikawinkan dengan Ganjar atau Anies pun, masih punya faktor komplementer," kata Yunarto. 

Yunarto menjelaskan latar belakang militer masih menarik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. 

Oleh sebab itu, ia berkeyakinan, bahwa selain Anies dan Ganjar, nama yang bakal dipilih NasDem adalah Andika, bukan Ridwan Kamil atau Khofifah Indar Parawansa. 

"Persepsi publik soal calon militer kuat sekali. Ini bisa jadi pembeda dari RK, Khofifah yang notabene lebih punya banyak pesaing, sesama kandidat kepala daerah. Cita rasa dari pilihan NasDem akan beragam. Terkaan saya tiga, ya Ganjar, Anies, dan Andika," kata Yunarto.

Lebih lanjut, Yunarto menjelaskan, NasDem akan punya keunggulan saat menjadi partai pertama yang mengumumkan siapa capres yang diusung. Sebab, NasDem bisa memimpin poros koalisi. 

"Dia bisa menjadi pemimpin poros sebuah koalisi. Otomatis bisa menjadikan capres atau cawapresnya kader atau bahkan membentuk formasi pasangan," tutup dia. [kmp]