KEHARUSAN MENCINTAI (BANGSA) ARAB

KEHARUSAN MENCINTAI (BANGSA) ARAB

Oleh: Taofik Al Rakhman

Fenomena kebencian terhadap Arab dan segala yang berkait dengannya, kini kian massif membahana. Bahkan telah sampai pada level zenofobia dan Islamofobia. Mengingat Islam memang Allah pilihkan kelahirannya di tanah gersang nan tandus Jazirah Arab. Anehnya, mereka para pembenci itu adalah orang² yang selama ini giat mengkampanyekan toleransi, humanisme dan pluralisme. Bahkan tak sedikit yang (mengaku) beragama Islam.

Tapi, Kanjeng Nabi Muhammad SAW, pada 14 abad silam telah mewanti serta mengantisipasi akan kemunculan gejala² yang kini massif itu. 

Ada banyak hadits soal ini. Seorang pakar hadits dari abad ke-9 H, Zainuddin Abdurrohim bin Al-Husain Al-‘Iroqi (w. 806 H) --yang melakukan penelitian terhadap kualitas hadits dan riwayat dalam kitab Ihya’ Ulumiddin-nya Al-Ghozali, yang dituangkan menjadi kitab berjudul Al-Mughni ‘an Hamli Al-Asfar fi Al-Asfar fi Takhriji ma fi Al-Ihya min Al-Akhbar-- mengumpulkan hadits² mengenai keutamaan bangsa Arab dan keharusan mencintai mereka serta larangan membencinya. Disusunkan menjadi kitab berjudul "Mahajjatu Al-Qurob Ila Mahabbati Al-‘Arob" [Jalan Taqorrub Menuju Kecintaan Pada Arab].

Melalui resensinya, kitab ini berkesimpulan; Allah mewajibkan mencintai Arab dan mesti tulus terhadap mereka. Allah mengharamkan membenci Arab dan menipu mereka. Allah menetapkan bahwa mencintai Arab bermakna mencintai Rasulullah SAW dan adalah tanda iman. Allah menilai, kebencian terhadap Arab adalah cermin sifat munafik dan murtad dari agama. Allah menetapkan bahwa menipu Arab membuat orang terhalang memperoleh syafaat pada hari kiamat.

Mencintai bangsa Arab itu sebagian dari iman dan mengingkarinya adalah kekufuran atau setidaknya akan menjadi sebab kekufuran. Syaikhul Islam, Ibnu Taimiyyah berkata, dalam kitab Iqtidho’ Ash-Shiroth Al-Mustaqim, juz 1 hlm 435;

بغض جنس العرب، ومعاداتهم: كفر أو سبب للكفر

“Membenci bangsa Arab dan memusuhi mereka adalah kekufuran atau sebab kekufuran.”

Syekh Sayid Ramadhan Al Buthi dalam Fiqh Sirah-nya mengatakan, salah satu hal pokok untuk mencintai Nabi SAW adalah dengan mencintai kaum dan suku tempat beliau dilahirkan (Arab). Ini bukan karena faktor pribadi atau golongan, melainkan karena faktor hakikat. Hakikat Arab adalah suku Quraisy, suku yang terhormat karena telah diturunkannya seorang utusan di sana.

Almarhum KH Maimun Zubair (Mbah Moen), Allahu yarhamuhu, juga pernah meminta masyarakat Indonesia untuk tidak membenci bangsa Arab. "Kalau kamu benci Arab, pasti (kamu masuk) neraka, karena Al-Qur’an menggunakan bahasa Arab, bahasa surga adalah bahasa Arab. Begitupun shalat menggunakan bahasa Arab. Namun, orang Arab juga harus tau, walaupun Al Quran berbahasa Arab, yang mengembangkan sastra Al-Qur’an bukan bangsa Arab.”

Maka hati²lah. Hasud itu tumbuh dengan halus. Dengki bersemayam diam². Dan benci itu tak butuh alasan, tapi memproduksi banyak alasan².

[Video Mbah Moen]