Anies Jadi Pembicara di Wadah Cendekiawan Terbaik di Dunia

[PORTAL-ISLAM.ID]  LONDON - Diperkenalkan pertama kali pada tahun 1927 di Chatham House, The UK Royal Institute of International Affairs, London, salah satu wadah cendekiawan terbaik di dunia.

Diskusi di Chatham House memiliki aturan yang dikenal dengan “Chatham House Rule.” 

Aturan ini kemudian diakui secara internasional, bertujuan untuk menganjurkan keterbukaan berpendapat dalam diskusi dan memungkinkan debat dalam isu-isu kontroversial.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengaku senang bisa bertukar gagasan bersama para cendekiawan terbaik di dunia pada acara yang dibuat Chatham House, London, Inggris, Jumat, 13 Mei 2022 waktu setempat.

Diskusi itu dipandu oleh mantan peneliti Lowy Institute Australia, Benjamin ‘Ben’ Bland (lihat foto atas) yang juga sahabat lama Gubernur Anies. Sekarang Ben mendapat kesempatan di Chatham House sebagai Director of the Asia Pacific Programme.

“Sebuah kehormatan dapat turut bertukar gagasan langsung di Chatham House, di tempat di mana pemikiran-pemikiran hebat tercetus,” tutur Anies dikutip di akun Instagram-nya @aniesbaswedan, Sabtu, 14 Mei 2022.

Dalam diskusi yang bertajuk “A World Connected Through Megacities” Anies mengaku ia berbicara mulai dari pembangunan di Jakarta hingga peran Indonesia dalam dunia internasional.

“Kita berbicara tentang transformasi yang telah terjadi di Jakarta, demokrasi, hingga peran Indonesia dalam dunia internasional,” ucapnya.

Orang nomor satu di DKI Jakarta itu menjelaskan, dalam diskusi di Chatham House memiliki aturan yang dikenal dengan “Chatham House Rule”.

Aturan itu berisi tentang seorang peserta rapat dapat menggunakan informasi yang ia dapatkan dari rapat tersebut, namun tidak boleh untuk membocorkan siapa yang berkomentar.

Aturan tersebut diperkenalkan pertama kali pada tahun 1927 di Chatham House, The UK Royal Institute of International Affairs, London. Aturan ini kemudian diakui secara internasional, bertujuan untuk menganjurkan keterbukaan berpendapat dalam diskusi dan memungkinkan debat dalam isu-isu kontroversial.

“Jadi dialog di ruang ini sangat terbuka, objektif, dan berbasis ilmu pengetahuan, kita mampu berdiskusi leluasa untuk menghasilkan solusi-solusi terobosan,” terang Anies.

Director of the Asia Pacific Programme Chatham House, Benjamin ‘Ben’ Bland mengaku kagum atas penjelasan yang dijabarkan Anies Baswedan di acara bergengsi tersebut mengenai transportasi umum yang berkolaborasi, penanganan pandemi, harga pangan yang tetap stabil dan lainnya.

“Acara luar biasa bersama Gubernur Jakarta @aniesbaswedan pada @CHAsiaPacific tadi malam. Kami berbicara tentang transportasi umum, pandemi, harga pangan, perubahan iklim, ibu kota baru & ASEAN. Gubernur berargumen bahwa, demokrasi memberi banyak hal kepada masyarakat Indonesia. Tetapi kepercayaan publik tidak bisa terima begitu saja,” kata Benjamin ‘Ben’ Bland di akun twitternya (13/5/2022). (kba)