KEHORMATAN KEPADA PELINDUNG AL-AQSA!

KEHORMATAN KEPADA PELINDUNG AL-AQSA! 

Semua keperkasaan untuk pemuda kita di jalanan, yang dengan gagah berani membela Al-Aqsa dan Yerusalem dari serangan zionis. Kami salut dengan upaya mereka dan memberi hormat atas perlawanan mereka. SAMPAI AL-AQSA DAN PALESTINA KEMBALI BEBAS DARI PENJAJAHAN.

Meski Represif dan Teror Israel, 50 Ribu Jumatan di Al-Aqsha

Puluhan ribu warga dari kota Al-Quds, Palestina Dalam 48, dan Tepi Barat, melakukan shalat Jumat kedua di bulan suci Ramadhan di Masjid Al-Aqsha Al-Mubarak (15/4/2022) meskipun ada serangan pendudukan yang menyertai shalat subuh hari ini dan diperpanjang sampai pagi hari.

Akibat serangan pendudukan di Al-Aqsa lebih dari 160 terluka di antara para jamaah, beberapa di antaranya disebutnya serius, sekitar 400 ditahan, serta vandalisme dan perusakan masjid dan musolah-musolahnya, di mana sekitar 2.000 jamaah tetap menggelar itikaf.

Departemen Wakaf Islam memperkirakan bahwa lima puluh ribu melakukan shalat Jumat kedua di bulan Ramadhan, di kiblat pertama umat Islam Masjid Al-Aqsha.

Sumber-sumber lokal melaporkan bahwa, setelah menarik diri dari Masjid Al-Aqsha, pasukan penjajah memberlakukan tindakan tegas di sekitarnya, dan menutup semua jalan, jalan dan lingkungan yang berdekatan dengan Kota Tua Al-Quds.

Ribuan petugas polisi penjajah Israel dikerahkan di gerbang Kota Tua dan jalan-jalan dan jalan-jalan menuju masjid, di samping kehadiran mereka di gerbang luar Masjid Al-Aqsha, dan pos pemeriksaan militer permanen di pintu masuk utama ke Masjid Al-Aqsha kota Al-Quds yang diduduki menyaksikan kemacetan dan kemacetan yang hebat.

Setidaknya 152 warga sipil terluka, saat fajar hari ini, Jumat, sebagai akibat dari penyerbuan pasukan pendudukan Israel ke Masjid Al-Aqsha yang diberkati, setelah ribuan orang melakukan sholat subuh di kapel dan halaman masjid.

Bulan Sabit Merah menyatakan, mengangkut korban dari dalam Masjid Al-Aqsa setelah mereka menjadi sasaran peluru karet, bom suara dan pemukulan ke Rumah Sakit Al-Makassed dan rumah sakit lapangan di dalam masjid, mencatat bahwa pasukan penjajah menghalangi beroperasinya ambulans dan mencegah evakuasi beberapa orang yang terluka.

Pihak Rumah Sakit Al-Makassed menyebutkan, ada 40 korban luka tiba di RS, 8 di antaranya dirawat di ruang pemulihan, dan sedang dilakukan operasi pada luka lainnya.

Imam Masjid Al-Aqsa, Sheikh Omar Al-Kiswani, mengatakan bahwa pasukan penjajah menangkap sedikitnya 400 warga dari dalam masjid, terutama dari ruang sholat suku. (pip)