Iklan Yahudi Serukan Penyerbuan Masjid Al Aqsa, Pemimpin Kristen Ini Sebut Siap Mati Bela Islam

[PORTAL-ISLAM.ID]  Seorang pastor Kristen asal Yerusalem menyebut bahwa umat Kristen bersama muslim Palestina siap mati demi membela Masjid Al Aqsa serta tidak akan pernah menyerahkan tempat suci tersebut kepada Israel.

Pernyataan ini diucapkan oleh Kepala Organisasi Populer Dunia untuk Keadilan dan Perdamaian Yerusalem, Pastor Manuel Musallam sebagai bentuk respon atas munculnya iklan online yang mengajak kelompok Yahudi Ekstrimis untuk menyerang Masjid Al Aqsa selama liburan paskah.

Iklan tersebut juga mengajak untuk mengorbakan hewan di halaman Masjid Al Aqsa serta menawarkan sejumlah hadiah berupa uang bagi siapa saja yang dapat melakukan pengorbanan tersebut.

“Kami siap mati dengan berani di sekitar masjid Al-Aqsa dan Gereja Makam Suci di Kota Tua Yerusalem. Kami tidak akan pernah menyerahkan kunci situs suci ini dengan harga berapapun,” ucap Musallam seperti dikutip Hops.ID dari laman Middle East Monitor pada Minggu, 17 April 2022.

Musallam menambahkan bahwa seruan para ekstrimis Yahudi untuk melakukan pengorbanan di Masjid Al Aqsa dapat dijadikan bukti bahwa zionis sedang berusaha untuk menduduki, menghancurkan dan membangun ulang Masjid Al Aqsa menjadi kuil yang mereka percaya ada di tempat tersebut.

Ia juga menyebut bahwa Umat Kristen dan Islam di Yerusalem akan saling membela. Kristen akan membela Masjid Al Aqsa dan umat Islam akan membela Gereja Makam Suci.

“Kita semua berasal dari bangsa yang sama dan budaya yang sama. Al-Aqsa memanggil anda dengan matanya yang sedang menangis. Jadi jangan sampai gagal,” pungkasnya.

Menutup pernyataanya, Musallam memperingatkan bahwa jika tetap diam atas tindakan Israel maka itu sama saja dengan sedang menyia-nyiakan hak untuk mempertahankan Masjid Al Aqsa di masa depan.

Sebelumnya, bentrokan sempat terjadi antara warga Palestina dan polisi Israel di komplek Masjid Al Aqsa pada hari Jumat 15 April 2022 bertepatan ketika umat muslim Palestina tengah berkumpul untuk melaksanakan Sholat di bulan Ramadhan. Lebih dari 150 orang Palestina dikabarkan terluka akibat insiden tersebut.***[hops]