MEME KELIRU: Merasa Aneh Minyak Goreng Sepi, Tapi Tidak Merasa Aneh Masjid Sepi

Tanggapan Ustadz Anshari Taslim terkait meme di atas:

Apakah kayak gini membangun kecerdasan berpikir menkorelasikan minyak goreng dan masjid?

Jikapun sebelumnya minyak goreng normal, apakah masjid jadi ramai?

Ada sekelompok orang bikin meme keheranan kenapa orang heran negeri kelapa sawit minyak goreng langka tapi tidak heran muslim terbesar masjid sepi.

Kalau anda memang fokusnya ngurus jamaah masjid yang sepi fokus saja ke situ jangan ngurus kenapa minyak goreng langka padahal kebun kelapa sawit banyak, akal anda belum sampai ke situ.

Adapun jamaah masjid sepi, lha kalian sendiri sudah pernah mendatangi rumah para jamaah dan ngajaknya ke masjid belum, seperti yang dilakukan Jamaah Tabligh?

Atau jangan-jangan kalian ini kalau masuk ke satu masjid yang ada malah mau bikin konflik dengan pengurus masjid karena pengajian di situ mau kalian kuasai, lalu pengurusnya kalian hina secara internal sebagai orang tak ngerti sunnah?

Masjid sepi itu karena kurangnya para dai mengajak jamaah meramaikan masjid. Yang ada cuma mengeluhkan tapi tak bisa bikin program yang menyentuh.

Kebanyakan orang awam ngajaknya harus telaten dan bukan malah memusuhi pengurus masjid karena ngga pernah ngundang ustadz ente.

Adapun urusan kebun sawit dan minyak goreng itu langka karena jelas ada permainan kezaliman oknum tertentu yang sengaja menjadi mafia dalam perdagangan sehingga merugikan rakyat banyak. Ini di masa salaf dan khilafah sudah ditindak dengan aturan Islami berdasarkan syariat.

Begitu pun masjid sepi kalau politiknya Islami akan ditindak juga, tapi kalau politiknya tidak Islami maka mana peduli dengan masjid sepi.

Sehingga dua-duanya akan berhubungan dengan politik, sementara kalian yang heran ini buta politik dan tak tahu bagaimana musuh Islam ingin mematikan politik Islam. 

Lalu kalian pun merasa hidup sejahtera di bawah pemimpin sekuler, mengkeramatkan pemimpin sekuler dan sering menyerang DKM masjid yang dianggap "tidak nyunnah".

(Ust. Anshari Taslim)