Tere Liye: Lihat Data GDP per Kapita. Indonesia itu miskin. Sudah miskin, utang kita buanyak. Sudah banyak utang, banyak gaya pula

DATA

Kalian lihat grafik ini. Datanya valid. Bukan abal-abal, apalagi cuma perasaan.

Sejak tahun 1970, Indonesia, Thailand dan Malaysia itu bisa dilihat pertumbuhan GDP per kapita-nya. Apa itu GDP per kapita, simpelnya adalah: pendapatan per kepala. Angka ini bisa selintas dipakai untuk mengetahui seberapa sejahtera/makmur sebuah negara.

Lihat grafik yang diposting ini. Datanya dari Bank Dunia.

Nasib. 1970-1996 (sebelum krisis moneter), Indonesia grafiknya melandai, Malaysia dan Thailand meroket. Tahun 1996, Indonesia hanya di 1.100 USD, Thailand jadi 3.000 USD, Malaysia nyaris 5.000 USD.

Setelah krismon, 1999-2011, Indonesia lumayan bisa sama pertumbuhannya dengan Malaysia dan Thailand. Lihat grafiknya. Naik.

Tapi nasib lagi, 2012-2020, lagi-lagi, grafik kita melandai lagi. Sementara Malaysia dan Thailand, meski sempat turun naik, terus meroket.

Perhatikan angka tahun 2020, saat Malaysia sudah di 10.400 USD per kepala per tahun, Thailand sudah 7.000 USD, Indonesia masih di angka 3.800 USD. Apa artinya?

Kita terus tertinggal jauh dari mereka. Kita hanya separuh dibanding Thailand, dibanding Malaysia, lebih kacau lagi. Well, itulah yang menjelaskan kenapa 3 juta lebih rakyat Indonesia mencari nafkah di Malaysia.

Itulah realitasnya, Kawan. Indonesia itu miskin. Dan sudah miskin, utang kita buanyak. Orang lain sih, utang banyak, tapi pendapatannya tinggi. Kita? Sudah banyak utang, banyak gaya pula. Bayangkan di sebuah gang, ada rumah, yang pendapatannya kecil, utang banyak, bergaya pengin rumahnya tingkat 3, bikin rumah baru lagi di belakang, dll, dsbgnya.

Buat apa sih? Pengin terlihat modern, hebat di masa depan?

Padahal, kalau mau hebat di masa depan, sungguh kita hanya perlu membereskan 3 hal saja di negeri ini: penegakan hukum, pendidikan, kesehatan. Bereskan 3 ini, ekonomi kita akan meroket dengan sendirinya.

Sayangnya, mereka malah sibuk bangun sana, bangun sini, bikin ibukota baru, bergaya banget, lupa, duuh Gusti, lihat tabel ini. Indonesia itu teruuus tertinggal dibanding negara tetangga. Apalagi bandingin Singapore, wah tambah blangsak.

Baiklah. Salam buat Harun Masiku.

(By Tere Liye)

*fb 18/01/2022