Kalau Indonesia ini penegakan hukumnya sudah kayak Amerika, kecelakaan tol parah ini bisa membuat perusahaan tol didenda Triliunan!

Hindari Lubang di Tol Palembang-Lampung, Pengemudi Wanita Tewas Terpental

Kecelakaan maut terjadi di ruas tol Palembang-Lampung (Tol Trans Sumatera Palembang-Kayu Agung). Seorang pengendara mobil bernama Febi Khairunisa (21) tewas akibat mobilnya mengalami kecelakaan setelah menghindari jalan berlubang. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (7/1/2022) sekitar pukul 17.34 WIB.

Kalau Indonesia ini penegakan hukumnya sudah kayak Amerika, kecelakaan yang telak sekali disebabkan oleh jalan berlubang begini, bisa membuat perusahaan pengelola tolnya, pembuat tolnya, dan semua yang terlibat, kena denda milyaran hingga trilyunan rupiah. Silahkan kamu belajar penegakan hukum negara-negara maju.

Tapi begitulah. Indonesia gitu loh. Ambyar!

Berita ini sangat menyedihkan. Ada tol, aspalnya berlubang. Itu lubang besarnya 50cm, dengan dalam 20cm. Pengemudi kaget ketemu lubang, mencoba menghindar, kecelakaan. Meninggal. Ada yang merasa bersalah? Tidak ada. Semua pura-pura tidak tahu.

Dan crazynya, netizen, yang pada-pada geblek, ada yang malah nyalahin korbannya. Pokoknya itu jalan tol baik-baik saja. Pokoknya tidak ada salahnya.

Terlepas dari kamu mau nyalahin korbannya, coba kamu mikir sedikit sehat dan waras gitu loh. Ada LUBANG di jalan tol! Jalan yang didesain bisa ngebut hingga ratusan kilometer per jam. Coba kalau itu terjadi dengan keluarga kamu.

Ini bukan masalah kampret, cebong, ini bukan masalah Jokowi, Anies, atau siapalah. Ini masalah: adalah hak pengguna jalan yang sudah bayar, untuk dapat jalan yang layak. Dalam kecelakaan ini, ada masalah hukum serius sekali loh.

Tolonglah, Tuan, Nyonya, kalian masih punya nurani tidak sih? Coba lihat jalan-jalan tol di negeri ini, berlubang, bergelombang, terserah-terserah kamu saja. Jangankan tol di Sumatera, Kalimantan, dll, tol di Jabodebatek saja ambyar. Dan saat jalan ini mengakibatkan kecelakaan, sampai mati. Kamu kemana?

Salah siapa ini?

Baiklah, mari kita salahkan aspal jalannya. Sementara direksi, komisaris, perusahaan pembuat tol, pengelola tol ini sih tetap duduk santai, menikmati gaji, tantiem milyaran.

(Tere Liye)

*fb