Tere Liye: Asal muasal kekacauan di dunia ini adalah RAKUS, Saat orang pengin terus, terus, dan teruuuus menumpuk Hartanya

HATI-HATI

Saya repost ulang, dengan penambahan beberapa poin.

1. Bunga deposito hari ini, paling mentok, dan paling aman hanya di angka 4-7% per tahun. Maka, jika ada orang yang jualan produk investasi, bilang dia bisa ngasih 12%, 16%, bahkan 20% per tahun. Waspadalah. Jangan asal elu embat hanya karena ngiler bunganya. Besok2, kalau sudah ketipu, elu baru nangis2, penuh drama. Minta pemerintah nalangin. Lobi DPR, lobi pejabat, semua dilakukan.

2. Kalian mau beli emas? Maka pastikan kalian pegang produk emasnya. Terserah kalian yang tidak setuju dengan pernyataan ini. Bebas saja. Toh, itu duit kalian sendiri. Tapi dimana2, membeli sesuatu, harus ada produknya di depan elu. Bawa pulang emasnya. Elu kagak lihat itu emas, kagak nyentuh, kok bisa? Besok2 kalau perusahaan itu bangkrut, mana emasnya? Salah elu sendiri. Kenapa nggak dibawa pulang. Hal ini sama dengan produk2 lain. Beli minyak goreng satu kontainer, mana minyaknya? Kalau tidak ada produknya, bersiaplah, itu resiko tinggi.

3. Ingat selalu baik2. High risk, high return. Kagak ada rumusnya elu mau dapat bunga tinggi, eh, resikonya rendah. Dunia tidak diciptakan begitu, Bambang. Kalaupun ada, itu sedikit sekali, dan saat orang lain tahu, semua pada masuk ke sana rame2. Dan dalam jangka pendek pun, dia kembali seimbang, return-nya turun, karena sudah banyak yang masuk.

4. Apapun pooling dana, pengumpulan dana, yang berjanji ngasih bunga tinggi PATUT dicurigai. Bukan malah elu ajak teman, tetangga, dll. Karena begini sajalah logikanya: jika orang2 ini memang jago sekali ngumpulin dana, ngasih bunga 20%, seberapa besarpun dana yg ngumpul tetap segitu bunganya, duh Gusti, orang ini saja yang ditunjuk jadi Ketua PBB. Atau Raja Api, entahlah apa istilahnya. Karena dia hebat sekali.

5. Jangan mudah sekali kemakan 'jualan agama' dalam bisnis. Ngaku2 syariah, ngaku2 sesuai alkitab, ngaku2 sesuai kitab suci agama apapun. Hati2. Mau itu perumahan, produk apapun, juga umroh, haji, selalu pakai logika. Hati2. Ini bukan berarti nyuruh berprasangka buruk dan bilang semua yg beginian pasti nipu. TIDAK. Tapi hati2, sama waspadanya dgn produk konvensional. Jangan karena embel2 agama, kita jadi santuy, percaya begitu saja.

6. Hanya karena ada puluhan ribu nasabahnya, klien-nya, atau konsumennya, MAKA tidak otomatis sesuatu itu pasti aman. Di dunia ini, ada banyak penipuan keuangan yg korbannya malah ratusan ribu orang. Koperasi bodong, biro umroh nipu, produk investasi abal2, jutaan pesertanya kalau ditotalkan semua, ketipu. Selalu cek dan re-cek. Apa susahnya sih buka google. Ketik di sana 'Produk A nipu'. Atau 'Produk A bermasalah'.

7. Hanya karena ada artis, seleb2 yg endorse, juga ada profesor, dll yg bilang bagus, kamu jangan telan mentah2. Sudah tak terhitung artis2 yg ngiklanin produk nipu. Pun profesor yg ketipu. Banyak.

8. Hanya karena perusahaan itu adalah BUMN, atau milik perusahaan swasta yang konon bonafide punya, pleaseee deh, tidak otomatis produk investasi yang mereka tawarkan aman 100%. Ada BUMN yg trilyunan entah kemana duit nasabahnya. Lagi2, selalu konfirmasi, tanya kiri-kanan, cek dan re-cek. Duh Gusti, bahkan saat sebuah perusahaan sudah good governance sekali, sudah akuntabel, transparan, hati2, tetap saja bisa bangkrut. Apalagi yang manajemennya penjahat semua.

9. Hanya karena sesuatu itu mudah sekali dapat UANG-nya, misal pinjaman kok mudah, eh, gampang banget loh dapat uang, bukan berarti kamu tertawa cekikikan senang. Dasar ambyar, itu sekarang doang senang dapat uangnya. Besok2, saat ditagih, kamu baru tahu rasanya. Sakit. Sesak. Bahkan ada yg bisa bunuh diri. Senang sekarang, besok2 stress, kan ambyar.

Pada akhirnya, di jaman semua serba online, serba mudah, serba bah-bah lainnya, tingkatkan literasi keuangan kita. Paham produk2 investasi, paham produk2 keuangan. Paham resikonya, paham detailnya. Hanya gara2 lihat akun medsosnya keren, konsultan top, foto2, dll, eh, elu percaya saja. Ambyar. 

Nah, syukur2 kalian juga mau meningkatkan pemahaman hidup yang lain, seperti soal riba, dkk. Well yeah, saya tidak akan ceramah agama di sini, tapi dengan pemahaman tsb, minimal kita itu tidak RAKUS gitu loh. 

Asal muasal kekacauan di dunia ini adalah: rakus. Saat orang pengin terus, terus, dan teruuuus menumpuk hartanya. Berhati2lah. Dan bantu edukasi teman, tetangga, keluarga agar tdk tertipu.

(By Tere Liye)

*fb