Mencontoh Erdogan

Sebuah narasi politik yang dibangun memang tidak perlu tanggung tanggung.

Yang penting sesuai dengan usaha dan kerja keras yang dilakukan.

Narasi Erdogan untuk Turki adalah, Yeni Turkiye, Turki yang baru. Turki sebagai kekuatan utama dunia.

Narasi besar Erdogan ini akhirnya tercapai 20 tahun kemudian. Bahkan Erdogan telah menatapkan target Turki 2023 adalah Turki maju, modern dan makmur.

Begitulah sebuah narasi politik bekerja, harus percaya diri bahwa kita mampu menjadi bagian dari solusi bangsa. Dalam konteks ini adalah bangsa kita Indonesia.

Gelora menetapkan target Indonesia 5 Besar kekuatan dunia. InsyaAllah suatu saat akan tercapai dengan kerja keras kita semua dalam berkolaborasi.

Sebuah parpol memang harus pede dan punya target besar untuk Indonesia. Hidup hanya sekali, berbuatlah maksimal jangan tanggung tanggung.

Ubah mindset, ubah cara kerja dan ubah semua pola komunikasi kita semua. Jangan terlibat dalam narasi radikal, narasi ekstrem dst. Karena itu tidak cocok untuk Indonesia.

Jangan hiraukan apa kata orang, bullyan dan cacian orang lain. Setelah target ditetapkan maka tawakkal kerja keras menuju titik itu.

Turki masa lalu pernah 5x lebih buruk dari Indonesia. Tapi dengan narasi besar pemimpin dan partai yang dibangun dengan modern juga Profesional, Turki semakin dekat dengan titik itu.

Jadi tetaplah fokus bekerja, jika ada yang bully dst biarkan saja. Rakyat awam biasanya akan memusuhi apa yang mereka belum paham diawalnya.

Modal semangat, modal heroisme semata itu tidak cukup. Banyak contoh di berbagai negara di dunia bagi mereka yang belajar nya cukup.

Bekerlah Profesional dan berkolaborasi lah dengan seluruh rakyat Indonesia. Jika jarak antara realitas dan platform kita masih jauh. Maka kuncinya adalah terus bekerja pantang menyerah. Semua keadaan akan berbalik dengan ikhtiar kita semua.

Optimis Indonesia 5 Besar Dunia.

(Tengku Zulkifli Usman)