BAGHDAD: PUSAT PERADABAN ISLAM

BAGHDAD

Kota Baghdad adalah Kota yang sekarang menjadi Ibukota Negara Irak. Kota ini dulunya pernah mencapai puncak keemasannya pada Masa Dinasti Abbasiyah (750–1258 M).

Kota ini juga menjadi Pusat Peradaban Islam Dunia kala itu dan menjadi Kota Metropolitan termegah pada masanya sehingga dijuluki Kota 1001 Malam. 

Sebelum menjadi Ibukota Dinasti Abbasiyah, Khalifah Abu Ja'far Al Manshur terlebih dahulu melakukan penelitian terhadap Kondisi Geografis Baghdad sehingga bisa menjadi Calon Ibukota yang layak.

Setelah dilakukan penelitian terhadap Baghdad ternyata diketahui bahwa Baghdad adalah Wilayah yang sangat strategis karena berhadapan langsung dengan Sungai Tigris sehingga menguntungkan bagi sektor perdagangan dll. Setelah melakukan berbagai kajian mengenai Baghdad akhirnya Khalifah Al Manshur mengirim Ratusan bahkan Ribuan Arsitek dan Tukang Bangunan untuk merancang dan membangun Baghdad menjadi Kota yang Megah. Pembangunan kota dimulai dengan Acara Peletakan Batu Pertama oleh Khalifah Abu Ja'far Al Manshur. 

Setelah itu dimulailah pengerjaan proyek Kota Baru ini. Ribuan Pekerja itu kemudian membangun dasar-dasar pondasi Kota yang sudah ditentukan oleh Para Arsitek. Desain Kota Baghdad berbentuk bundar dengan pusatnya adalah Masjid Agung Al Manshur dan Istana Golden Gate Khalifah. Sang desainer kota Baghdad adalah Nowbakht mantan Zoroastrian Persia dan Mashallah mantan Yahudi Khurasan. Untuk setiap batas kota dibangun dinding-dinding setinggi 24 Meter dengan dibuat Empat Gerbang dengan 4 jalan utama menuju istana khalifah dan ke arah masjid agung, bila keluar dari empat gerbang itu akan terus menyebar ke seluruh Iraq. 

Selain mengedepankan Desain yang sempurna Khalifah Al Manshur juga memperhatikan seni dan kecantikan dalam Kota sehingga dia banyak merekrut Seniman untuk bekerja di Baghdad sehingga jadilah Kota Baghdad yang Cantik dan Megah. 

Untuk pengerjaan Proyek Kota ini memakan dana sangat besar yaitu  4.883.000 dirham yang kalau di rupiahkan bisa mencapai Triliunan. Setelah Kota Baghdad selesai di bangun Khalifah Al Manshur mulai memasuki Kota dan meresmikan Baghdad sebagai ibukota baru. Itu menjadi awal dimulainya Peradaban Islam di Baghdad. 

Puncak Masa Keemasan

Kota Baghdad juga mengalami perubahan dari Masa-masa Khalifah di Abbasiyah dan puncak keemasannya adalah di masa Khalifah Harun Ar Rasyid. Khalifah Harun membuat Baghdad menjadi lebih megah lagi sekaligus menjadikannya sebagai Pusat Ilmu Pengetahuan dan Pusat Peradaban Islam di Dunia. Kota Baghdad telah berhasil melahirkan para Cendekiawan Muslim Handal, apalagi dengan didukung oleh sebuah Perpustakaan, Pusat penelitian, dan kajian ilmu pengetahuan di Baghdad yaitu Bayt Al Hikmah yang dibangun oleh Khalifah Harun Ar Rasyid.

Pada masa Kemunduran Dinasti Abbasiyah Kota Baghdad mulai meredup perkembangannya, dan puncaknya adalah saat Pengepungan Kota Baghdad oleh Bangsa Mongol di bawah pimpinan Hulagu Khan. Pasukan Mongol menyerbu Kota Baghdad dan membunuh siapapun yang ditemuinya didalam kota. Kota Baghdad yang Megah itu pun musnah dan Hancur, banyak rakyat yang tewas pada Serangan itu bahkan Khalifah Al Musta'sim dipaksa untuk menonton rakyatnya yang dibantai oleh pasukan Mongol. 

Dalam waktu yang singkat itu Peradaban Islam di Baghdad hancur lebur bahkan Perpustakaan Bayt Al Hikmah yang menjadi saksi kemajuan IPTEK Islam pun hancur lebur dan tidak tersisa sama sekali. Di perkirakan Ratusan bahkan Ribuan orang tewas dalam penyerangan itu. Hulagu Khan bahkan harus memindahkan kamp militer nya keluar dari Kota Baghdad akibat bau busuk yang menyengat dari mayat-mayat manusia yang mereka bantai. Pengepungan Baghdad ini pun juga menandai Akhir Riwayat dari Dinasti Abbasiyah di Baghdad.

Refrensi :
• Historia. Baghdad, Islam, dan 1001 Kehancuran | Di akses 7 Desember 2020.
• Encyclopedia Britannica. Baghdad | Di akses 7 Desember 2020.