Prancis Kalah Saing Turki, Macron Ngamuk-ngamuknya ke Erdogan, Bawa-bawa Islamophobia

Oleh: Tengku Zulkifli Usman
 
Prancis kalah perang di Libya setelah all out mendukung Haftar melawan Turki, makanya dia ngamuk sama Erdogan.

Prancis kalah dalam perebutan sengketa di laut Mediterranean, makanya dia ngamuk sama Erdogan. 

Prancis kalah dalam upaya prancisisasi Afrika karena Turki mulai agresif melakukan ekspansi ke Afrika. makanya Macron ngamuk kepada Turki.

Prancis juga kalah dalam persaingan dagang di Eropa dan beberapa wilayah lain karena faktor Turki. Makanya mereka terus ngamuk sama Islam.

Berkali-kali Macron bilang, bahwa masalah dia bukan dengan rakyat Turki tapi dengan Erdogan. Sebuah ungkapan yang membuat geli jagat dunia. Karena semua tau, masalah Prancis adalah kalah saing dengan Turki.

Prancis kalah banyak dalam diplomasi dan ekspansi bisnis di Afrika. Mereka juga mulai kehilangan banyak sekutu yang pelan tapi pasti mulai meninggalkan Prancis dan mendekat ke Turki. Jadi Prancis ngamuknya sama Turki dan Erdogan tapi bawa-bawa Islam dan Islamophobia. 

Di Libya, Prancis mati matian ingin menguasai sumber daya alam dan minyaknya. Sayang, sekarang Libya justru jatuh ke tangan Turki.

Libya adalah negara kaya Afrika, dan hari ini Libya memutuskan menjalin kerjasama sangat erat dengan Turki dalam banyak megaproyek megaproyek nya. 

Sisa negara miskin di Afrika semacam Mesir yang masih punya hubungan kuat dengan Prancis. Yang mana negara Mesir juga dipimpin oleh diktator yang membunuh rakyat dan demokrasi. Sisa negara model begitu yang masih punya hubungan dengan Prancis. Prancis hanya tersisa ampas nya afrika. makanya dia ngamuk ngamuk terus.

Ratusan Miliar Dolar perjanjian bisnis antara Turki dan Libya sekarang sudah di teken Erdogan-Sarraj. Makanya Prancis UEA dkk semua gigit jari.

Jangan heran banyak negara arab rame rame menyerang Turki sama kayak kelakuan Prancis. Faktornya sama. Kalah saing dan kepentingan haram mereka terganggu.

Apa boleh buat, nasi sudah jadi bubur. Turki terus melakukan ekspansi ke Afrika. Dari Ekonomi, Telekomunikasi, Infrastruktur, Militer, sampai eksplorasi sumber daya alam bersama.

Maka yang tersisa adalah orang ngamuk ngamuk dan orang orang yang mencari isu lain untuk menyerang Turki. Mereka gagal menurunkan Erdogan 2016 lalu (melalui kudeta) dan sekarang Erdogan mulai melawan dan membalas satu persatu kejahatan mereka.[]