PINJOL, Harusnya Presiden Malu, Bukan Bangga

PINJOL

Menurut pengamatan saya, orang-orang yang meminjam melalui pinjol (pinjaman online) rata-rata orang-orang kepepet. Mereka mengajukan pinjol untuk kebutuhan sehari-hari, bayar sekolah, bayar utang, gali lobang tutup lobang, dll.

Dengan bunga yang mencekik (rata-rata 2% hingga 3%) plus potongan ini itu yang kalau ditotal pinjaman bisa bertambah 40% dari pinjaman pokok, sangat sulit uang hasil pinjol ini diputar untuk bisnis. Pebisnis yang sehat pasti mencari pinjaman di bank konvensional yang bunganya lebih masuk akal.

Lalu apanya yang luar biasa dari besarnya penyaluran pinjol ini?

Jika kredit yang sudah disalurkan mencapai 128 triliun rupiah, dan besaran kredit dianggap rata-rata 5 juta, berarti kira-kira ada sekitar 25 juta kepala lebih yang hidupnya saat ini sedang kepepet. Itu baru data dari pinjol.

Harusnya sih malu, bukan bangga.

(By Wendra Setiawan)