PDIP Anggap Anies Ngeles Bandingkan Penanganan Massa HRS dan Pilkada

[PORTAL-ISLAM.ID]  Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membandingkan penanganan massa Habib Rizieq Syihab dengan Pilkada Serentak 2020. 

Bagi politisi PDIP anggota Komisi II DPR Djarot Saiful Hidayat, Anies dinilai berkilah belaka.

"Tidak bijak kalau ketidakmampuan tegakkan kebijakan dan aturan yang sudah dibuatnya sendiri dengan jurus 'ngeles' serta membandingkan dengan konteks pilkada serentak," kata Djarot kepada wartawan, Selasa (17/11/2020), dikutip dari detikcom.

Ketua DPP PDIP ini pun menyarankan Anies berfokus menerapkan aturan yang telah dibuat oleh Pemprov DKI Jakarta. Ia berharap aturan diterapkan tanpa pilih kasih.

"Sebaiknya fokus saja pada penegakan aturan yang sudah dibuat Pemprov DKI tanpa pandang bulu," ucap mantan rival Anies di Pilkada DKI 2017 itu.

Lebih lanjut Djarot menilai perbandingan yang dilakukan Anies tidak relevan. Ia pun mengajak semua pihak agar terus bekerja sama untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Nggak relevan," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Wasekjen PDIP Arif Wibowo menilai perbandingan antara penanganan massa Habib Rizieq dan pilkada serentak memiliki konteks yang berbeda. Namun, dalam prinsipnya, sudah ada aturan pusat dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 yang mengatur penegakan disiplin terhadap protokol kesehatan COVID-19.

"Ya, kan memang konteksnya beda. Tapi konteksnya beda, yang dimaksud adalah di daerah-daerah yang pilkada itu berbeda dengan situasi di yang Jakarta yang tidak pilkada," kata Arif saat dihubungi.

"Tapi in-prinsip adalah sama, ketika kita baca Perppu Nomor 2 Tahun 2020 itu tentang penegakan disiplin dan hukum dalam menghadapi pandemi COVID-19. Nah, ini kan menyangkut kerumunan berapa yang boleh dan seterusnya," sambungnya.[detikcom]