HABIS GELAP TERBITLAH GULITA...

HABIS GELAP TERBITLAH GULITA...

Dengan ditangkapnya Pak Edhy Prabowo, tiba-tiba nama Bu Susi kembali melambung tinggi. Mewangi laksana bunga melati yang harum sepanjang hari.

Kasihan Bangsa ini...

Saya bukan membenci Bu Susi. Saya juga bukan pengagum Pak Edhy Prabowo.

Saya juga tidak pernah menganggap kalau Pak Edhy Prabowo sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan lebih baik dari Bu Susi. 

Pada kenyataannya Kementerian Kelautan dan Perikanan ditangan Bu Susi jauh lebih baik dari Pak Edhy. Paling tidak berangkat dari pengalaman, Beliau memang berasal dari Bisnis Perikanan.

Tetapi dengan tiba-tiba melambungnya kembali nama Bu Susi dan kemudian muncul wacana mendudukkan beliau sebagai Capres/Cawapres 2024 membuat dahi saya berkerut. 

Apa belum cukup bangsa ini belajar dari Kisah seorang Walikota yang dipuja-puji setinggi langit. Dikarbit kemudian jadi Gubernur DKI. Nanggung, sekalian dijadikan Presiden, dua periode lagi. Hasilnya? Hutang menumpuk, nilai rupiah terpuruk dan ekonomi terus-menerus memburuk....

Selama lima tahun Bu Susi menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan, apakah kesejahteraan Nelayan sudah membaik? Setahu saya tidak!

Para Nelayan kita tetap hidup dalam garis kemiskinan. 

Bahkan satu-satunya "prestasi" Bu Susi yang paling diingat masyarakat adalah kebijakan yang dianggap sangat heroik padahal konyol sekali, yaitu Menenggelamkan Kapal-Kapal Nelayan Asing yang ditangkap masuk ke Wilayah Laut NKRI.

"Tenggelamkan !!!" 

Jargon ini ramai di media sosial. Puja-puji dan kekaguman untuk Bu Susi.

Bung, banyak Nelayan kita yang justru belum punya Kapal. Kenapa Kapal-kapal tersebut bukannya diberikan kepada Nelayan kita saja?

"Oh, tidak adil. Mosok sebagaian Nelayan dapat bantuan sebagian lagi tidak?"

Bung, sejak dulu negara ini sudah lama tidak adil. Di bidang Politik, di bidang Hukum, di bidang ekonomi. Orang-orang Kaya senam dan lari-lari pagi dikawal. Sebaliknya Orang Miskin, mati saja tidak sanggup sewa ambulance, disuruh jalan sendiri ke Kuburan.

Kalaupun terasa kurang adil, lebih baik Kapal tersebut sewakan ke Nelayan. Nelayan kita jadi punya "alat perang", Negara dapat pemasukan.

Sekali lagi saya bukan sedang membela Pak Edhy Prabowo. Namanya Koruptor ya harus disikat! Tidak boleh tebang-pilih. Kawan atau lawan kalau sudah salah, tidak ada pembelaan.

Sekali lagi, tulisan ini cuma saling mengingatkan. Kita jangan mau selalu dijadikan Kambing Congek. Selalu diberikan pilihan yang Terbaik diantara orang-orang yang buruk.

Kalau boleh usul kepada DPR RI, untuk Pilpres 2024, semua Gubernur Petahana yang menjabat sekarang otomatis bisa langsung ikut menjadi Kandidat Capres/Cawapres. Ditambah Capres/Cawapres yang diajukan oleh Partai Politik. Jadi kita memiliki banyak calon-calon terbaik.

Karena menurut saya, lebih baik kita memilih yang Terburuk diantara Orang-orang Terbaik. 

Sekali lagi mohon maaf, Bu Susi memang salah satu yang Terbaik, tapi diantara orang-orang yang buruk. Sama seperti Walikota Solo yang kemudian jadi Presiden itu!

(Azwar Siregar)