Ketua NU Cab. Australia; “Tidak Ada Karikatur Nabi, Memang Tahu Wajah Nabi Seperti Apa?”, Netizen; “Coba Ente Gambar Kodok Kurus, Ditulisi Presiden Jokowi, Berani?”

[PORTAL-ISLAM.ID] Seperti yang sudah disangka oleh netizen, jika akan muncul orang-orang yang nyleneh yang justru seakan menjadi “pembela” dari sikap Macron-Prancis dalam kasus karikatur penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Jika sebelumnya ada Permadi Arya alias Abu Janda yang memposting video dirinya makan-makan di restoran Prancis sebagai sikap penolakannya untuk memboikot produk-produk Prancis. 

Kini muncul lagi seorang “rekan” Abu Janda, Nadirsyah Hosen alias Nadirs, yang menjabat sebagai Pengurus Cabang Istimewa NU Asutralia dan New Zealand, dan mengajar sebagai dosen tetap di Northern Territory, Australia.

“Tidak ada itu karikatur Nabi. Memangnya tahu wajah Nabi spt apa? Terus orang lain bikin karikatur dan diklaim itu karikatur Nabi, kalian percaya? Lantas marah-marah? Penghinaan? Sekali lagi, emangnya yg bikin karikatur dan kalian pada tahu wajah Nabi spt apa? Mbok ya mikirrr,” tulis Nadirsyah Hosen melalui akun twitternya @na_dirs, Jumat (30/10/2020).
Kicauan Nadirsyah ini tentu saja banyak ditanggapi netizen.

“Situ yang g mikir. sudah tahu karikaturnya diilustrasikan Nabi Muhammad SAW…klo karikatur muka situ sih..mo dikencingin gw masa bodoh!!” balas @anakbenteng71.

“Kalau orang yang gambar itu tanpa menyebutkan siapa yang digambarkan itu tidak jadi masalah… Karena dia menyebutkan bahwa yang digambarkan itu Rasulullah makanya jadi masalah… mBok yaa sampeyan mikirrr…,” komen @Dimzherdiman1.

“Kalo pakai logika ini, oke, Coba deh sampeyan gambar bentuk kodok kurus, lalu sampeyan kasih mahkota, dan sampeyan tulis dibawahnya..ini presiden jokowi: kira2 sampeyan brani? Pas kalo ditangkap, sampeyan jelasin logika ini….mikiirrrr,” timpal @manchee.

"Kalau ada yg gambar wajah monyet lalu dibawahnya ditulis nama Si Fulan atau si pembuat mengatakan "Ini gambar si Fulan" maka itu masuk katagori penghinaan.

Masa ente yg katanya "orang hukum" gak ngerti..Monash University loh?

Jd klo "si Fulan" itu adlh ente gpp nih?" ujar @dusrimulya, seorang pengacara.

"Gambar monyet. gambar babi, gambar anjing dlm bentuk karikatur gak jadi soal itu di uplad & disebar gitu Dir. Tapi kalau di bawah gambar karikatur itu di tulis nama Ina Idris atau gambar keluarga ente. Itu namanya penghinaan sekalipun yg bikin gak kenal ente," balas @HukumDan.

"Ampun dah ini satu lagi. Karikatur itu kan satu paket dgn narasinya. Mau gambar pinokio hidung panjang pun kalau narasinya itu presiden ya yg masalah narasinya. Lagian pemerintah indonesia udah protest, negara2 muslim lain protest, jutaan umat protest. Mbo ya sampeyan mikir," ujar @rustamaji.

"@na_dirs itu gak akan berani bersikap spt wajarnya muslim yg merasa trsinggung nabinya dihina krn akn mmbuat dapurnya brhenti mngepul. Smpai dsitu sbnarnya kita maklum. Tp yg kurng ajar dia itu sdh gak simpati eh malah cari keuntungn dg makan bngkai saudaranya sndiri," komen @surodilagan.

"Kok ada orang Islam tdk tersinggung nabinya di olok2 dibikin karikatur ...dia ini islam apaan kok mirip orang2 pembenci Islam," ujar @MasHary71.