Indeks Produksi Industri (IPI) Turki Tertinggi di Kawasan Eropa, Sebesar 17,6%


"Indeks Produksi Industri (IPI) Turki tertinggi di kawasan Eropa, yaitu sebesar 17,6%. Pemulihan yang kuat pada indikator-indikator utama ekonomi akan kembali mengecewakan mereka yang memiliki ekspektasi pesimis terhadap angka-angka pertumbuhan," tegas Menteri Keuangan Turki Berat Albayrak di akun twitternya (14 Agutus 2020).

Saya mencari tahu, apa itu IPI. Ternyata IPI merupakan alat ukur dari kekuatan industri AS. Dengan memetakan perubahan yang terjadi pada level produksi industrial, indeks ini memberikan gambaran dari kesehatan industri AS secara keseluruhan dan memberikan petunjuk kepada para investor mengenai industri apa yang sedang mengalami ekspansi ataupun kontraksi. Investor selalu memperhatikan perubahan bulanan dalam indeks ini di mana produksi industrial mempunyai porsi hampir 40% dari total aktifitas ekonomi AS.

Peningkatan IPI dapat menyebabkan penguatan nilai mata uang, yang dapat mendorong pasar saham dan melemahkan pasar obligasi. Bagaimanapun juga, menganalisis Indeks Produksi Industri cukup mudah, perubahan yang tajam dalam indeks biasanya memberikan harga yang bagus di pasar.

Di tengah gempuran pandemi Covid-19, juga ekspansi militer di banyak tempat, kita bisa melihat tata kelola ekonomi negara Turki berjalan baik. Semua tanpa hutang.

Stimulus ekonomi selain dengan bantuan cash tunai untuk usia tertentu, Menkeu Turki memberikan keistimewaan terutama bagi para pengrajin, UKM dan dunia produksi.

Di antaranya pemotongan sewa tempat kerja dari 20% menjadi 10%. Plus pengurangan PPN dari 18% menjadi 8% dalam layanan perdagangan seperti transportasi penumpang, pernikahan, organisasi pernikahan, pemeliharaan perumahan, perbaikan, dry cleaning, dan konveksi. (Sumber: https://t.co/ıbsdoy6wzw)

Poinnya, partai AKP dengan kepemimpinan Presiden Erdogan menghadirkan contoh tata kelola negara yang berlandaskan pada religiusitas, demokrasi, nasionalisme dan kesejahteraan.

Negara minus hutang. Rakyat senang.

(By: Dr. Nandang Burhanuddin)
loading...