KALA ITU, KALA PRABOWO MENGANCAM MUNDUR


KALA ITU, KALA PRABOWO MENGANCAM MUNDUR

Jika anda membuka catatan berita-berita sekitar bulan januari 2019 maka anda akan menemukan berita tentang rencana kemunduran Prabowo dalam pilpres 2019. Tentu mengkagetkan semua orang sebab hampir dari sabang sampai merauke meyakini prabowo akan menang mudah dengan angka telak!

Namun ada apa sebenarnya?

Waktu itu yang membocorkan berita tersebut adalah Djoko Santoso sebagai ketua timses Pemenangan Prabowo Sandi dalam pidatonya saat menghadiri acara #Bising (Bincang Asik dan Penting) oleh Gerakan Milenial Indonesia (GMI) di Kota Malang, Minggu (13/1/2019). Djoko Santoso menyampaikan, Prabowo Subianto akan mengundurkan diri jika terdapat potensi kecurangan dalam Pilpres 2019.

"Prabowo Subianto akan menyampaikan pidato kebangsaan. Memang supaya tidak terkejut barangkali, kalau tetap nanti disampaikan Prabowo Subianto, pernyataan terakhir Prabowo Subianto adalah kalau memang potensi kecurangan (KPU-Bawaslu) itu tidak bisa dihindarkan, maka Prabowo Subianto akan mengundurkan diri," katanya. (sumber: https://regional.kompas.com/read/2019/01/13/19163271/djoko-santoso-prabowo-akan-mundur-jika-terjadi-kecurangan-pemilu)

Hal ini sempat menjadi polemik. Karena tidak mungkin seorang Prabowo mengucapkan tanpa data dan fakta di lapangan. Berbagai serangan muncul bahkan dari pihak KPU sendiri yang memberikan jaminan bahwa KPU akan netral.

"Kami netral. Coba kami tidak netral dalam hal apa? Kami sudah sampaikan di media bahwa kami tidak tunduk kepada TKN ataupun BPN. Kurang jelas apa netralitas kami," tegas Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. (sumber: https://news.detik.com/berita/d-4383925/kpu-sebutkan-satu-saja-kami-tak-netral-dalam-hal-apa)

Namun nyatanya kini situng dengan 73ribu kesalahan penghitungan terjadi dan KPU tidak mau menghentikannya, padahal apa pentingnya bagi KPU memaksakan situng sedangkan situng sendiri memiliki disklaimer bahwa situng bukan penentu kemenangan dan ketua KPU arief budiman memperkuatnya dalam bentuk pernyataan. (sumber: https://www.merdeka.com/politik/bpn-prabowo-laporkan-73715-salah-input-kpu-di-situng-ke-bawaslu.html)

Dalam sebuah pidatonya Prabowo pernah mengungkapkan bahwa Prabowo Sandi harus menang diangka 75% karena suaranya akan dicuri belasan persen.

"Kita harus menang dengan angka yang sangat besar. Kita harus menang dengan selisih 25 persen. Karena siap akan dicuri sekian belas persen. Hanya itu usaha kita," ujar Prabowo di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (5/4). (Sumber: https://nasional.kompas.com/read/2019/04/05/23212481/prabowo-kita-harus-menang-dengan-selisih-suara-di-atas-25-persen)

Prabowo Subianto mengaku ada pihak yang mengatakan bahwa dirinya akan memenangi Pilpres 2019. Namun, nantinya akan ada kecurangan untuk menggagalkan kemenangan itu.

"Ada yang mengatakan kepada saya 'Pak Prabowo yang menang ini sudah dibicarakan, yang menang nanti Prabowo'. Tapi ada rencana yang dilantik jadi presiden orang lain," kata Prabowo saat kampanye di Lapangan Galuh Mas, Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/3/2019).

Prabowo pun mengaku saat itu pasrah jika memang itu yang terjadi. Dia menyerahkan keputusan kepada rakyat Indonesia.

"Saya katakan terserah rakyat Indonesia. Apakah rakyat Indonesia mau terima atau tidak. Saya serahkan rakyat saudara-saudara, saudara-saudara mau dicurangi atau tidak," ujarnya.

Ketum Partai Gerindra itu mengatakan bagi dirinya jabatan dan kekuasaan hanyalah titipan dari Tuhan dan rakyat. Prabowo pun meyakini rakyat enggan dicurangi pada pemilu kali ini.

"Saya ini mantan Letnan Jenderal TNI sebentar, sebentar. Saya sadar bahwa pangkat itu Letnan Jenderal itu, jabatan itu, kekuasaan itu yang memberikan kekuasaan kepada saya adalah rakyat Indonesia bukan siapa-siapa," kata Prabowo. (sumber: https://news.detik.com/berita/d-4488582/prabowo-ada-yang-bilang-yang-menang-saya-tapi-yang-dilantik-orang-lain)

Semoga Allah senantiasa memberkahi dan melindungi bangsa ini. Aamiin.

*Sumber: fb