Wacana Pemaparan Visi-Misi Capres-Cawapres Diwakilkan oleh Timses, Warganet: Ini Pilpres atau PilTimses?

KPU Sebut Sosialisasi Visi Misi Capres-Cawapres Bisa Batal

[PORTAL-ISLAM.ID]  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI Arief Budiman menyebut acara sosialisasi visi dan misi calon presiden-wakil presiden terancam dibatalkan. Pembatalan itu akan dilakukan KPU jika kubu Jokowi-Ma'ruf Amin maupun Prabowo Subianto-Sandiaga Uno belum menemukan kata sepakat terkait konsep penyampaian.

"Pokoknya bagi KPU kalau belum sepakat tidak usah diselenggarakan," ujar Arief di kantornya, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 28 Desember 2018.

Sedianya sosialisasi visi dan misi kandidat digelar pada 9 Januari 2019, sebelum debat perdana Pilpres 2019 digelar pada 17 Januari 2019.

Namun hingga saat ini kedua pihak, yakni Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf dan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi belum bersepakat perihal konsep acara.

Kubu TKN Jokowi-Ma'ruf menganggap visi misi yang disampaikan cukup dipaparkan oleh tim sukses. Namun BPN Prabowo-Sandi ingin penyampaian visi misi tidak hanya disampaikan oleh tim sukses, tetapi juga pasangan calon juga menyampaikan dalam acara tersebut.

"Yang satu minta tim saja, yang satu boleh tim dan boleh paslon," kata Arief.

Arief mengatakan pihaknya tidak ingin mengambil keputusan atas hal ini dan menyerahkan kepada kedua pihak. Arief mengimbau TKN dan BPN segera mencapai kesepakatan dan membicarakan hal ini pada 2 Januari 2019.

"Daripada KPU nanti dianggap bela-belain salah satunya, KPU enggak mau begitu," ujarnya.

Sumber: CNN

Menanggapi berita tersebut, caleg Partai Demokrat, Cipta Panca Laksana memprotes cara times Jokowi menyampaikan visi misi.
Selain Panca, Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak pun turut angkat suara.

"Terkait dengan keputusan KPU ini sejak awal, kami meminta agar yg menyampaikan Visi-misi tanggal 9 Jan, adl langsung Capres/Cawapres bkn Timses, dan Pak @prabowo dan @sandiuno siap untuk menyampaikan langsung." tulis Dahnil.

Baca juga :