Sikap Pemerintah RI Terhadap Muslim Uyghur Mengecewakan, WNI Ini Akan Kunjungi Langsung Uyghur


[PORTAL-ISLAM.ID] Terketuk solidaritas atas penderitaan muslim Uyghur di Xinjiang China, seorang pengusaha muda muslim Indonesia, Azzam Mujahid Izzulhaq, akan melakukan perjalanan untuk bertemu langsung muslim Uyghur.

Berikut dituturkan Azzam Mujahid Izzulhaq di akun fbnya (16/12/2018):

Rencana perjalanan ke Ürümqi, ibukota provinsi Xinjiang, China tidaklah mudah. Dari sisi perjalanan, paling sedikit akan memakan waktu kurang lebih 30 jam dari Jakarta dengan total transit 2 kali di Xiamen dan Changsa.

Belum lagi pengurusan visa untuk bisa masuk ke Republik Rakyat China yang ternyata 'berbayar' sesuai dengan durasi tinggal selama di China (berbeda halnya jika warga negara China datang ke Indonesia yg bebas visa). Pakai pesawat apa datang dan pulang mesti jelas. Dimana tinggal selama di China mesti dilampirkan. Foto dan sidik jari sudah barang tentu menjadi hal wajib.

Namun, insya Allah tak akan menyurutkan rencana saya mengunjungi saudara Muslim saya di sana. Ada apa sebenarnya dan apa yang bisa dilakukan untuk membuktikan tanda sayang saya sebagai seorang Muslim kepada saudara saya di sana.

Kan sudah ada pemerintah yang menyatakan sikap? Mungkin pertanyaan itu muncul di benak kita.

For your information (untuk diketahui), pemerintah Republik Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, pada November 2018 lalu sudah menyatakan sikapnya pada World Uyghur Congress bahwa:

"Indonesia sama sekali tidak menyebutkan adanya diskriminasi agama, penganiayaan agama terhadap penahanan sewenang-wenang massal Muslim Uyghur di kamp-kamp internal (pemerintah RRC). Sekali lagi, delegasi Indonesia tampaknya memiliki standar yg berbeda untuk Cina" (pernyataan resmi tertanggal 15 November 2018 pada akun ofisial @UyghurCongress di Twitter, lihat tautan).

Walau demikian, media-media internasional 'berbicara' hal yang berbeda. Siapa yang benar dan apa yang terjadi sebenarnya inilah alasan terbesar saya untuk membulatkan tekad menuju ke sana.

Insya Allah, saya siap apapun yang akan terjadi di sana. Doakan saudara Muslim kita di sana. Dukung mereka dengan apa yang kita bisa, dengan apa yang kita punya. Doakan pula saya dimudahkan, dan yang terpenting dilindungi Allah swt dalam menjalankan 'misi' ini. Amin.

Jika dirasa 'aman' saya akan tulis pada akun media sosial Facebook, Twitter dan atau Instagram. Sangat mungkin juga saya akan menuliskannya di www.amifoundation.or.id atau www.azzamizzulhaq.com.

Sahabat yg ingin mengetahui dan atau ingin turut berkontribusi disilakan menghubungi AMI Foundation melalui email di: amifoundation.id@gmail.com atau melalui pesan Whatsapp di 08114912000 (Ibu Ani) pada hari dan jam kerja.

Kalau nanti tidak ada kabar, mungkin Allah berkehendak lain. Kita berbagi cerita 'nanti' di tepi telaga Kautsar saja ya.

I love you all...

#SelamatkanMuslimUyghur

(Azzam Mujahid Izzulhaq)

Sumber: fb

Loading...